Sidawung Camp di Desa Tombo, Kabupaten Batang, memadukan kegiatan berkemah, penjelajahan hutan, dan canyoning dengan program penanaman pohon untuk mendukung pelestarian lingkungan.
BATANG DESA NUSANTARAÂ – Wisatawan yang mengikuti kegiatan hiking di Sidawung Camp, Desa Tombo, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tidak hanya diajak menjelajahi hutan, tetapi juga menanam pohon sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Konsep wisata yang memadukan petualangan dan konservasi ini dikembangkan untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memperkenalkan potensi wisata Desa Tombo.
Pengelola Sidawung Camp, Heru Dimyati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembentukan kader konservasi alam yang diwujudkan melalui aksi nyata. Melalui kegiatan wisata, pengunjung diharapkan dapat berpartisipasi langsung dalam menjaga lingkungan, terutama kawasan hutan di Desa Tombo.
“Desa Tombo memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk ngopi atau menginap, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang kelestarian alam. Ada wadah untuk berbagi tentang apa yang perlu kita lakukan agar lingkungan di Tombo khususnya dan Batang pada umumnya tetap terjaga,” katanya saat ditemui di Sidawung Camp, Desa Tombo, Kabupaten Batang, Kamis (29/10/2026), sebagaimana diberitakan Media Center (MC) Batang.
Salah satu bentuk kontribusi pengunjung diwujudkan melalui penyediaan bibit pohon dalam setiap paket hiking. Peserta memperoleh sedikitnya satu bibit untuk diadopsi dan ditanam bersama selama perjalanan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program bakti alam yang menghubungkan aktivitas rekreasi dengan upaya menjaga kelestarian hutan.
“Setiap pengunjung yang mengambil paket hiking mendapatkan minimal satu bibit pohon untuk diadopsi dan ditanam bersama. Jadi, kegiatan wisata ini juga memiliki kontribusi terhadap kelestarian hutan,” imbuh Heru.
Selain penanaman pohon, Sidawung Camp menawarkan kegiatan penjelajahan hutan melalui tiga pilihan paket hiking. Paket jalur pemula dibanderol Rp125 ribu per orang, sedangkan jalur menengah ditawarkan Rp150 ribu per orang. Adapun paket utama seharga Rp400 ribu per orang mencakup aktivitas canyoning.
Seluruh paket hiking dilengkapi sarapan, makan siang, istirahat sambil menikmati kopi (coffee break), asuransi, serta bibit pohon untuk kegiatan penanaman. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pengalaman wisata sekaligus memberikan ruang bagi pengunjung untuk terlibat dalam kegiatan konservasi.
Pengembangan wisata alam ini juga didukung fasilitas berkemah yang dikelola bersama Sidawung Coffee. Usaha kopi tersebut telah beroperasi sejak 2019 sebelum pengelola memperluas kegiatan dengan menghadirkan area berkemah dan berbagai aktivitas luar ruang.
Untuk kegiatan berkemah, pengelola menawarkan paket bertajuk “Nyepeng” dengan tarif hari kerja mulai Rp250 ribu. Pilihannya meliputi Nyepeng 2 seharga Rp250 ribu, Nyepeng 3 Rp350 ribu, Nyepeng 4 Rp400 ribu, Nyepeng 5 Rp500 ribu, dan Nyepeng 6 Rp650 ribu. Setiap paket memiliki fasilitas berbeda sesuai pilihan pengunjung.
Menurut Heru, tingkat kunjungan biasanya meningkat pada akhir pekan, khususnya Sabtu malam atau malam Minggu. Pada periode tersebut, area berkemah kerap terisi penuh. Wisatawan yang ingin memesan paket dapat melakukan reservasi melalui akun TikTok atau Instagram Sidawung Camp.
Meski berada di Kabupaten Batang, sebagian besar pengunjung destinasi tersebut berasal dari Kabupaten Pekalongan. Heru memperkirakan sekitar 80 persen pengunjung datang dari wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pengelola ingin memperluas pengenalan Sidawung Camp kepada masyarakat Batang.
Pengelola berharap peningkatan kunjungan tidak hanya berdampak pada perkembangan wisata, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dan pengunjung dalam pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ekonomi dari sektor pariwisata dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga hutan.
“Harapan kami, semakin ramai Sidawung Camp, semakin lebat juga hutan yang ada di Tombo. Setiap pengunjung yang datang ikut berkontribusi melalui kegiatan bakti alam, terutama dengan penanaman pohon saat hiking,” tandasnya.
Melalui perpaduan rekreasi, petualangan, dan penanaman pohon, Sidawung Camp diharapkan menjadi salah satu alternatif wisata alam di Kabupaten Batang yang tidak hanya menawarkan pengalaman berlibur, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. []
Redaks 1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara