Mahasiswa Teknik Informatika ITERA mengusulkan sistem pemantauan Posyandu berbasis web untuk membantu kader di Desa Sindang Sari mengelola data kesehatan dan jadwal pelayanan secara lebih terstruktur.
LAMPUNG SELATAN DESA NUSANTARAÂ – Digitalisasi pencatatan kesehatan menjadi salah satu kebutuhan dalam mendukung pelayanan tujuh Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengusulkan pengembangan sistem pemantauan berbasis web untuk membantu sekitar 40 kader mengelola data kesehatan bayi, balita, dan ibu hamil secara lebih terstruktur.
Kebutuhan tersebut teridentifikasi melalui wawancara mahasiswa ITERA dengan bidan desa, Rubiati. Selama ini, sebagian pencatatan yang dilakukan kader masih menggunakan buku manual. Data yang dicatat meliputi hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan, yang selanjutnya dimanfaatkan bidan untuk mendukung pemantauan kondisi kesehatan serta penyusunan laporan.
Pengembangan sistem digital ini diusulkan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika ITERA melalui proyek mata kuliah Kapita Selekta Informatika. Sistem dirancang untuk memusatkan penyimpanan data sehingga informasi dari setiap Posyandu dapat diakses dan dikelola dengan lebih mudah.
Dalam rancangan tersebut, kader bertugas memasukkan dan memperbarui data pelayanan, sedangkan bidan dapat mengakses hasil pencatatan untuk menunjang pemantauan kesehatan. Sistem juga direncanakan menyediakan fitur penjadwalan kegiatan Posyandu, termasuk informasi waktu dan lokasi pelaksanaan.
Saat ini, proses pemantauan juga telah memanfaatkan Sistem Informasi Gizi Terpadu (SIGIZI). Karena itu, pengembangan sistem berbasis web tersebut perlu memperhatikan kebutuhan pengguna serta keterkaitannya dengan proses pencatatan dan pemantauan yang sudah berjalan.
Kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan utama dalam perancangan sistem. Perbedaan kemampuan kader dalam menggunakan teknologi menuntut tampilan dan alur kerja yang sederhana agar sistem dapat diterapkan dalam kegiatan pencatatan sehari-hari.
Inisiatif tersebut juga dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Dalam proposal kegiatan, program ini mengacu pada indikator 3.8.1 mengenai cakupan pelayanan kesehatan esensial.
Jika dikembangkan dan diterapkan sesuai kebutuhan lapangan, sistem digital tersebut berpotensi membantu meningkatkan keteraturan administrasi Posyandu dan mempermudah akses terhadap data pelayanan. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada kesiapan pengguna, penerapan sistem, serta pengelolaan dan perlindungan data kesehatan masyarakat. []
Redaksi 1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara