Tak Ada Penambahan Kasus, Kondisi Siswa Terdampak MBG di Tanggamus Dipantau

Dinas Kesehatan Tanggamus memastikan tidak ada penambahan kasus hingga Selasa pagi, sementara penanganan pasien dan penelusuran penyebab keluhan pada 43 siswa yang diduga terdampak MBG masih berlangsung.

TANGGAMUS DESA NUSANTARA  – Penanganan terhadap 43 siswa yang mengalami mual dan muntah setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Lampung, masih menjadi prioritas tenaga kesehatan. Hingga Selasa pagi, 27 Oktober 2026, tidak ada penambahan kasus, sementara seorang pasien balita yang dirawat di Puskesmas Talang Padang dilaporkan mengalami perbaikan kondisi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus, Herry Novrizal, mengatakan jumlah pasien belum bertambah berdasarkan pemantauan hingga pagi hari.

“Sampai dengan pagi ini, tidak ada penambahan kasus,” ujar Herry, sebagaimana diberitakan Prioritastv, Selasa, (27/10/2026).

Selain tidak adanya penambahan pasien, kondisi balita yang menjalani perawatan di Puskesmas Talang Padang juga menunjukkan perkembangan positif. Meski keluhan muntah telah berhenti, pasien masih merasakan nyeri perut dan tetap mendapatkan penanganan medis.

“Pasien sudah tidak mengalami muntah, tetapi masih mengeluhkan nyeri perut dan tetap menjalani perawatan medis,” tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 43 siswa SDN 3 Kedaloman di Pekon Kedaloman dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi paket MBG yang diterima pada siang hari. Makanan tersebut disantap sekitar pukul 14.30 WIB, menyesuaikan jadwal kegiatan belajar pada siang hari.

Laporan mengenai keluhan para siswa diterima bidan desa sekitar pukul 18.30 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Puskesmas Kedaloman berkoordinasi dengan Camat Gunung Alip dan unsur Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) terkait untuk memastikan para siswa memperoleh penanganan medis.

Berdasarkan pendataan hingga pukul 21.15 WIB, penanganan pasien tersebar di sejumlah layanan kesehatan. Di Puskesmas Kedaloman, empat siswa mendapatkan infus dan 16 siswa menjalani rawat jalan. Sementara itu, Puskesmas Talang Padang menangani dua siswa dengan infus dan lima siswa melalui rawat jalan. Sebanyak 16 siswa lainnya mendapatkan penanganan dari bidan desa.

Dinkes Tanggamus terus memprioritaskan pemulihan para siswa sekaligus menelusuri penyebab munculnya keluhan tersebut. Tenaga kesehatan di Puskesmas Kedaloman dan Puskesmas Talang Padang melakukan pengobatan serta observasi terhadap pasien sesuai kondisi masing-masing.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Karena itu, dugaan keracunan masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut sebelum kesimpulan resmi ditetapkan.

Masyarakat, terutama orang tua, diimbau tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian. Apabila anak mengalami mual, muntah, sakit perut, atau diare, orang tua diminta segera membawa anak ke puskesmas atau menghubungi bidan desa terdekat untuk memperoleh pertolongan.

Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Hasil penelusuran diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab keluhan sekaligus menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa dapat dicegah. []

Redaksi 1

About redaksi01

Check Also

Malam Seribu Lilin, Tradisi Leluhur yang Terus Hidup di Kedokan Bunder

PDF đź“„Warga Desa Kedokan Bunder menyalakan ribuan lilin di kompleks pemakaman sebagai puncak unjungan tahunan …

Desa Wisata Lombok Didorong Kelola Sampah Secara Mandiri

PDF đź“„MATARAM – Pengelolaan sampah secara mandiri menjadi salah satu langkah yang didorong Pemerintah Provinsi …

Festival Bagamoyo Bidik 6.000 Pengunjung, Usaha Lokal Berpeluang Tumbuh

PDF đź“„BAGAMOYO – Festival Seni dan Budaya Internasional Bagamoyo ke-44 diproyeksikan menjadi ruang promosi bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *