HANOI — Empat desa kerajinan tradisional di Hanoi, Vietnam, akan mendapat ruang pamer khusus dalam Festival Pelestarian dan Pengembangan Desa Kerajinan Global yang digelar pada 13–16 November 2026. Kegiatan di Benteng Kekaisaran Thang Long ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan teknik produksi warisan budaya sekaligus memperluas akses pasar bagi produk kerajinan desa.
Keempat desa tersebut adalah Bat Trang, Van Phuc, Son Dong, dan Chuyen My. Desa-desa itu telah mendapat pengakuan dari Dewan Kerajinan Dunia (World Crafts Council). Masing-masing akan menempati area pameran seluas 90 meter persegi untuk menampilkan produk unggulan dan teknik kerajinan tradisional.
Festival yang mengusung tema “Menyatukan identitas budaya desa kerajinan, menghubungkan keunggulan global” tersebut akan menghadirkan sekitar 200 delegasi internasional dari lebih dari 50 negara dan wilayah. Ajang ini dirancang untuk memberikan penghargaan kepada perajin, mempromosikan kerajinan tradisional, serta memperkuat kerja sama internasional dalam perdagangan dan pariwisata desa kerajinan.
Selain pameran, pengunjung akan disuguhi demonstrasi pembuatan kerajinan secara langsung, desain inovatif, penerapan transformasi digital, inisiatif emisi nol bersih (Net Zero), kuliner, dan kegiatan kebudayaan. Seluruh rangkaian kegiatan akan menempati area sekitar 10.000 meter persegi.
Pengalaman pengunjung juga akan diperluas melalui kunjungan ke desa-desa kerajinan dan kegiatan praktik langsung. Agenda lainnya mencakup konferensi promosi investasi untuk produk industri pedesaan serta pertukaran gagasan antara perajin dan desainer melalui Kompetisi Produk Kerajinan Asia-Pasifik.
Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Lingkungan Hanoi, Nguyen Dinh Hoa, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait memperkuat koordinasi, mempromosikan festival, serta memastikan seluruh persiapan selesai sesuai jadwal.
Perwakilan daerah juga menekankan pentingnya koordinasi sejak awal mengenai tata letak pameran, peralatan, jadwal, dan program kegiatan. Persiapan tersebut diperlukan untuk mendukung demonstrasi kerajinan dan menyambut delegasi internasional.
Festival ini diharapkan memperkuat posisi Hanoi sebagai pusat kerajinan di tingkat regional dan internasional. Bagi desa-desa kerajinan, kegiatan tersebut berpotensi membuka kesempatan baru untuk menarik investasi, memperluas ekspor, dan mengembangkan pariwisata berbasis warisan budaya. Namun, realisasi peluang tersebut akan bergantung pada tindak lanjut kerja sama dan kemampuan pelaku kerajinan memanfaatkan akses yang terbuka melalui festival. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara