Desa Nglarangan mendapat 13 program pemberdayaan yang menyasar penguatan usaha warga, pendidikan, keterampilan, serta pengelolaan lingkungan dengan pendampingan yang direncanakan berlangsung hingga 2028.
TEMANGGUNG – Desa Nglarangan, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mulai memasuki tahap pemberdayaan terpadu melalui 13 program yang diarahkan untuk memperkuat potensi ekonomi, keterampilan masyarakat, pendidikan, dan pengelolaan lingkungan desa hingga 2028.
Program tersebut menjadi bagian dari peresmian Desa Binaan Nglarangan oleh PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey pada 23 September 2026. Penyusunannya dilakukan berdasarkan pemetaan sosial, survei kebutuhan, serta diskusi bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Pendekatan tersebut membuat kebutuhan desa menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan. Potensi pertanian, peternakan, serta ekonomi lokal menjadi sejumlah bidang yang dipertimbangkan dalam pelaksanaan program.
Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey Sinung Triwulandari mengatakan keahlian kelompok usaha tersebut akan diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki desa.
“Keahlian IDSurvey Group kami hadirkan untuk membantu warga mengembangkan usaha, meningkatkan keterampilan, dan mengelola lingkungan. Melalui pendampingan berkelanjutan, kami ingin masyarakat mampu mengolah potensi desanya menjadi sumber penghidupan yang semakin kuat,” ujar Sinung.
Dari sisi ekonomi, program IDS UMKM Growth Hub diarahkan pada pengembangan kopi berkelanjutan, peningkatan kapasitas usaha, pemasaran digital, dan pendampingan sertifikasi halal. Program ini menjadi salah satu bagian yang secara langsung berkaitan dengan pengembangan usaha masyarakat di Desa Nglarangan.
Penguatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui IDS Skill Plus. Program tersebut mencakup penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK), peningkatan kapasitas pendidik, beasiswa Satu Desa Satu Sarjana, serta edukasi pencegahan stunting.
Sementara itu, IDS EcoAssure mencakup pengelolaan sampah, pengembangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sanitasi, pemanfaatan biogas ternak, serta pendidikan lingkungan bagi generasi muda. Pelatihan bengkel, pengelasan, dan pembubutan juga disiapkan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Pelaksanaan program melibatkan sejumlah anak perusahaan IDSurvey sesuai bidang keahliannya. PT Superintending Company of Indonesia (SUCOFINDO) menangani bidang lingkungan, Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) mendukung keterampilan pengelasan, sedangkan PT Surveyor Indonesia terlibat dalam pendampingan sertifikasi halal.
Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Edi Eko Cahyono, menilai pemetaan kebutuhan masyarakat menjadi unsur penting agar program pemberdayaan sesuai dengan kondisi desa.
“Pendekatan tersebut penting agar program yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki desa,” ujar Edi.
Edi juga mengapresiasi upaya menjaga keberlanjutan program melalui tata kelola, kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta keterlibatan relawan perusahaan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti pada kegiatan awal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Temanggung Tri Winarno menegaskan pemerintah desa akan dilibatkan dalam pengawasan dan pelaksanaan program di Desa Nglarangan, sebagaimana diberitakan WartaTrans, Minggu, (27/09/2026).
“Kami akan memastikan semua perangkat desa ikut menjalankan dan memantau program kolaborasi ini agar berjalan dengan baik, berdampak, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat mendorong Nglarangan menjadi desa mandiri sekaligus menjadi percontohan pemberdayaan desa melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Tahap awal pelaksanaan juga melibatkan 14 Relawan Bakti IDSurvey untuk Indonesia (Relawan BISA) serta lima mahasiswa dari Politeknik Negeri Semarang dan Universitas Diponegoro pada 21–25 September 2026. Mereka memberikan pendampingan kepada warga melalui kegiatan edukasi dan berbagi keterampilan.
Setelah pemetaan dan pelaksanaan program prioritas pada 2026, pendampingan akan dilanjutkan dengan penguatan kapasitas pada 2027. Program kemudian diarahkan menuju kemandirian pada 2028, dengan harapan masyarakat mampu mengelola dan mengembangkan usaha, menjaga lingkungan, serta melanjutkan inisiatif pendidikan yang telah dibangun bersama. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara