Desa Sungkap Andalkan Lada Lokal untuk Dongkrak Ekonomi Petani

Program Desa Devisa di Desa Sungkap diarahkan untuk memperkuat lada sebagai komoditas unggulan melalui pengembangan bibit lokal, peningkatan kualitas, serta perluasan pemasaran hingga berorientasi ekspor.

BANGKA TENGAH – Desa Sungkap, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah (Bangka Tengah), mengembangkan potensi lada sebagai komoditas unggulan desa melalui Program Desa Devisa. Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperbaiki varietas bibit, meningkatkan kualitas hasil produksi, serta membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi petani.

Desa Sungkap menjadi salah satu dari 12 desa di Bangka Tengah yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Desa Devisa. Bagi masyarakat setempat, program tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan kembali lada yang selama ini memiliki sejarah sebagai komoditas unggulan dari wilayah tersebut.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Latih Astri Desa Sungkap, Mintarya, mengatakan pengembangan lada melalui program tersebut diharapkan dapat mengembalikan posisi lada Sungkap sebagai komoditas yang dikenal luas.

“Harapannya [Desa Devisa] ini bisa membuat lada Sungkap bisa kembali menjadi idola. Karena, kita punya sejarah sendiri sehingga varietas lada dari Sungkap pernah masuk dalam majalah nasional, yang khusus membahas pertanian,” ujar Mintarya kepada Bangkapos.com, Kamis (24/9/2026), sebagaimana diberitakan Bangkapos, Kamis, (24/09/2026).

Menurut Mintarya, penguatan sektor lada di Desa Sungkap tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga kualitas komoditas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pendampingan berbasis pengembangan masyarakat yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) diharapkan dapat mendukung arah pengembangan tersebut.

Salah satu fokus yang dinilai penting ialah pengembangan varietas bibit unggul lokal. Upaya itu ditujukan agar lada yang dibudidayakan petani memiliki kualitas lebih baik sekaligus lebih tahan terhadap serangan hama.

“Ya, yang jelas kita akan perbaiki dulu varietas bibitnya. Akan kita kembangkan lagi bersama teman-teman di Gapoktan,” tambahnya.

Pengembangan bibit menjadi bagian awal dari upaya memperkuat rantai usaha lada di desa. Setelah kualitas produksi diperbaiki, petani berharap pengolahan dan pemasaran hasil lada juga dapat berkembang sehingga manfaat ekonomi program lebih dirasakan masyarakat.

Mintarya mengatakan kondisi pemasaran saat ini masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani lada Desa Sungkap. Karena itu, perluasan wilayah pemasaran menjadi salah satu harapan dari pelaksanaan program tersebut.

“Karena sekarang, pemasaran kami masih terbatas. Mudah-mudahan nanti bisa semakin terbuka untuk wilayah pemasarannya,” pungkasnya.

Dengan pengembangan bibit, pendampingan petani, serta harapan terbukanya akses pasar yang lebih luas, Program Desa Devisa menjadi bagian dari upaya Desa Sungkap mengoptimalkan potensi pertanian lokal. Penguatan lada diharapkan dapat mendukung keberlanjutan komoditas unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi petani desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Desa Praipaha, Ketahanan Pangan Sumba Timur Diperkuat

PDF 📄Pendampingan langsung di lahan pertanian Desa Praipaha menjadi bagian dari upaya mendorong produktivitas petani …

Petani Sigedang Keluhkan Lahan Kering hingga Harga Sayuran Anjlok

PDF 📄Petani Desa Sigedang, Wonosobo, menghadapi tekanan berlapis berupa harga sayuran yang anjlok, lahan yang …

Di Balik Tradisi Kerinci, Warga Renah Kasah Menanti Akses Jalan

PDF 📄Akses jalan sepanjang sekitar 7,4 kilometer yang melintasi rawa membuat warga Desa Renah Kasah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *