Desa Brakas di Purbalingga memperkuat ketersediaan pangan rumah tangga melalui bantuan ayam kampung, pakan, dan rencana pelatihan pengolahan pangan lokal bagi warga.
PURBALINGGA – Desa Brakas, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga (Purbalingga) mendapat intervensi penguatan ketahanan pangan melalui bantuan 200 ekor ayam kampung dan 485 kilogram pakan untuk 40 warga prasejahtera.
Bantuan tersebut diarahkan agar masyarakat desa memiliki sumber pangan yang dapat dipelihara dan dikembangkan secara berkelanjutan. Setiap penerima memperoleh lima ekor ayam yang terdiri atas satu pejantan dan empat betina.
Pemberian ternak itu menjadi bagian dari penanganan wilayah yang masuk dalam pemetaan rawan pangan. Desa Brakas ditetapkan sebagai salah satu sasaran berdasarkan hasil Atlas Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) 2025.
Kepala Bidang (Kabid) Pangan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Purbalingga Naning Purwanti mengatakan penanganan di Brakas merupakan tindak lanjut hasil pemetaan tersebut.
“Untuk tahun 2026 ini, alokasi penanganan difokuskan pada Desa Brakas. Pemetaan FSVA akan terus berlanjut secara bertahap, dan hasil pemetaan tahun ini akan ditindaklanjuti pada anggaran 2027 untuk desa-desa rawan pangan lainnya,” jelas Naning, sebagaimana diberitakan Banyumas Ekspres, Jumat, (25/09/2026).
Bagi warga Brakas, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam waktu dekat. Ayam yang dipelihara dapat menghasilkan telur dan berkembang biak sehingga diharapkan menjadi sumber pangan rumah tangga yang dapat terus dimanfaatkan.
Setiap penerima juga memperoleh pakan berupa jagung giling sebanyak 12,125 kilogram. Dengan jumlah 40 penerima, total pakan yang disalurkan mencapai 485 kilogram sebagai bekal awal pemeliharaan ayam.
Pengelolaan bantuan dilakukan melalui kelompok afinitas yang beranggotakan 40 penerima di RT 03 RW 02. Pengelompokan tersebut diharapkan membantu warga dalam mengelola bantuan sekaligus menjaga koordinasi dalam pemeliharaan ternak.
Penguatan pangan di Brakas juga akan dilanjutkan melalui pelatihan pengolahan pangan lokal yang dijadwalkan pada Oktober 2026. Kegiatan tersebut menyasar 20 ibu-ibu anggota kelompok afinitas agar masyarakat tidak hanya memiliki sumber pangan, tetapi juga keterampilan mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan mereka.
Penanganan tersebut menjadi bagian dari pola intervensi ketahanan pangan yang dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemetaan. Setelah Brakas menjadi sasaran pada 2026, hasil pemetaan berikutnya akan digunakan untuk menentukan desa lain yang membutuhkan penanganan pada anggaran 2027. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara