Desa Mekarwangi bersiap mengembangkan pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembangunan desa setelah Surya, yang memiliki pengalaman sekitar 20 tahun memilah barang bekas, terpilih sebagai kepala desa.
BEKASI – Pengelolaan sampah menjadi salah satu rencana pembangunan Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi (Bekasi), setelah Surya terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Mekarwangi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.
Rencana tersebut muncul dalam pertemuan Surya dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Depok pada Rabu (23/9/2026). Pengalaman Surya selama sekitar 20 tahun memilah barang bekas menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai kebersihan dan pengolahan sampah di desa.
Surya mengatakan pertemuan itu turut membahas pembangunan Mekarwangi, terutama persoalan kebersihan. Ia menyebut pengelolaan sampah akan diarahkan agar tidak hanya menjaga lingkungan desa, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Ada kontak, katanya mau ke Bekasi tapi karena lagi ada kegiatan. Jadi kita yang ke sana ketemu KDM di Depok,” kata Surya saat ditemui Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dedi memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Surya sekaligus menyampaikan pesan agar amanah dalam menjalankan kepercayaan masyarakat.
“KDM hanya ucapkan selamat atas terpilihnya sebagai kades, jalankan amanah itu yang baik, jangan sampai enggak amanah,” ujar Surya sebagaimana diberitakan Warta Kota, Jumat, (25/09/2026).
Surya kemudian menjelaskan rencana yang akan dibawanya ke tingkat desa, termasuk mendorong warga memilah sampah dari lingkungan masing-masing. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan untuk kemudian dimanfaatkan atau dijual kembali.
“Nanti kita bangun desa, bahwa dia kasih program, karena dia enggak suka yang banyak sampah. Saya disuruh bikin bersih desa, terus pupuk kompos nanti akan dibantu pemasaran lainnya, termasuk Pak Camat dukung dan lainnya,” kata Surya.
Selama menjalankan usaha, Surya bersama istrinya memilah berbagai barang bekas dari kawasan industri. Barang yang dikumpulkan antara lain kertas, botol plastik, kain, dan kulit bekas jok kendaraan. Sebagian barang dijual kepada pengepul, sedangkan kain dan kulit dimanfaatkan pelaku usaha menjadi produk seperti sofa, dompet, dan sepatu.
Pengalaman tersebut ingin tetap dipertahankan meskipun Surya akan menjalankan tugas sebagai Kades. Menurutnya, kegiatan memilah sampah telah menjadi sumber penghidupan keluarganya selama bertahun-tahun.
“Sampah itu memang dasar awal saya untuk menghidupi keluarga. Sampah enggak akan saya tinggal, tetap akan saya jalankan,” kata Surya.
Selain persoalan kebersihan, Surya mengaitkan pengelolaan sampah dengan peningkatan ekonomi warga. Ia berharap kegiatan yang dikembangkan di Mekarwangi dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Saya akan dorong dengan bantuan Pak Camat. Saya berharap ekonomi masyarakat Mekarwangi ke depannya lebih baik,” ujarnya.
Surya sebelumnya bekerja sebagai karyawan pabrik sebelum beralih menekuni usaha memilah barang bekas setelah kontrak kerjanya berakhir. Ia kemudian melanjutkan pendidikan melalui program Paket C setelah tidak menyelesaikan pendidikan SMA.
Dalam Pilkades Mekarwangi 2026, Surya memperoleh 4.107 suara, sedangkan calon petahana Subur Rustadi meraih 4.015 suara. Selisih 92 suara tersebut mengantarkan Surya menjadi Kades terpilih.
Setelah memperoleh kepercayaan masyarakat, Surya ingin membawa pengalaman mengelola sampah ke dalam pembangunan Mekarwangi. Pengelolaan sampah, kebersihan desa, dan pemanfaatan barang bekas menjadi bagian dari gagasan yang akan dikembangkan bersama masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara