Kemampuan memasarkan produk secara digital menjadi fokus pengembangan masyarakat Desa Kemantren, Kabupaten Mojokerto, setelah pemerintah desa membekali warga dengan keterampilan dokumentasi, desain, dan pengelolaan media sosial.
MOJOKERTO – Produk lokal Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, diarahkan agar memiliki jangkauan pasar lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah Desa (Pemdes) Kemantren membekali masyarakat dengan keterampilan membuat dokumentasi visual, mengembangkan desain digital, dan mengelola media sosial sebagai bagian dari penguatan potensi ekonomi kreatif desa.
Pelatihan yang digelar pada Rabu (9/9) tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan ecoprint yang sebelumnya telah diberikan kepada warga. Jika pelatihan sebelumnya menitikberatkan pada pembuatan karya berbahan alam, kegiatan lanjutan diarahkan pada kemampuan mengemas dan memperkenalkan produk kepada pasar secara digital.
Kepala Desa (Kades) Kemantren Zaidi mengatakan pengembangan produk tidak cukup hanya melalui keterampilan membuat karya. Warga juga perlu memahami cara menampilkan hasil kreativitas agar lebih menarik dan mudah diperkenalkan kepada calon konsumen. ’’Melalui kegiatan lanjutan ini, peserta tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan keterampilan menghasilkan karya, tetapi juga dibekali kemampuan mendokumentasikan, mendesain, serta mempromosikan hasil karyanya melalui media digital,’’ paparnya, sebagaimana diberitakan Radar Mojokerto, Selasa, (22/09/2026).
Melalui Program Inovasi Seni Nusantara, Pemdes Kemantren mendorong masyarakat mengembangkan potensi seni dan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan kanal digital. Produk lokal yang sebelumnya dihasilkan warga diarahkan agar memiliki nilai jual serta tampilan visual yang dapat mendukung pemasaran melalui pasar daring.
Keterampilan digital juga diharapkan dapat memperluas cara masyarakat memperkenalkan potensi yang ada di Kemantren. ’’Semoga karya yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan bisa dikenal lebih luas melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial,’’ harapnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Pemdes Kemantren menggandeng perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat. Pendampingan tersebut tidak hanya diarahkan pada produk yang telah dihasilkan melalui kegiatan ecoprint, tetapi juga pada upaya memvisualisasikan berbagai potensi desa melalui media digital.
Penguatan kemampuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemdes Kemantren agar kreativitas masyarakat dapat berkembang sekaligus memiliki nilai ekonomi. Dengan kemampuan mendokumentasikan, mendesain, dan mempromosikan produk, warga memiliki bekal untuk memperkenalkan hasil karya desa melalui media yang lebih luas.
Selain mengembangkan produk lokal, masyarakat juga didorong untuk mengangkat potensi lain yang dimiliki Kemantren melalui pendekatan visual dan digital. Langkah tersebut diharapkan membuat lebih banyak potensi desa dapat dikenali dan dikembangkan sebagai bagian dari aktivitas ekonomi kreatif masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara