Pengembangan usaha keluarga dan wisata berbasis lingkungan menjadi bagian dari upaya masyarakat Desa Kelan, Bali, memperkuat sumber pendapatan dengan memanfaatkan energi bersih dan potensi ekosistem pesisir.
KELAN – Masyarakat Desa Kelan, Bali, mengembangkan sumber pendapatan baru dari potensi pesisir melalui wisata susur mangrove, usaha olahan hasil laut, dan aktivitas nelayan berbasis energi bersih. Program tersebut tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga nelayan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan menjaga lingkungan desa.
Upaya itu dijalankan melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Keluarga Nelayan Lestari (KENALI) yang didukung PT Pertamina International Shipping (PIS). Program tersebut melibatkan masyarakat pesisir Desa Kelan, termasuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari, dalam pemanfaatan energi bersih untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Salah satu fasilitas yang dibangun ialah ruang serbaguna KUB Tanjung Sari yang dilengkapi panel surya berkapasitas 8,72 kilowatt peak (kWp). Fasilitas tersebut digunakan sebagai stasiun pengisian tenaga surya untuk mengoperasikan 10 baterai dan lima mesin kapal listrik.
Pemanfaatan kapal listrik kemudian membuka peluang bagi nelayan untuk mengembangkan wisata susur mangrove. Kawasan mangrove Desa Kelan merupakan habitat berbagai jenis burung yang sebelumnya menghadapi kendala pemanfaatan sebagai destinasi wisata karena suara mesin kapal konvensional berpotensi mengganggu ekosistem.
Dengan kapal listrik yang beroperasi lebih senyap, nelayan dapat membawa wisatawan menyusuri kawasan mangrove. Aktivitas tersebut sekaligus memberikan tambahan pendapatan hingga Rp350.000 per perjalanan.
“Selain mendapat tambahan penghasilan dari ecotrip, biaya operasional kami juga jauh lebih hemat. Dulu pengeluaran untuk bahan bakar bisa mencapai Rp600.000 per bulan, sekarang sekitar Rp200.000 saja sebagai cadangan,” ujar I Wayan Wirtha, anggota KUB Tanjung Sari, sebagaimana diberitakan Tirto, Rabu, (23/09/2026).
Selain penghasilan dari wisata, penghematan biaya operasional juga menjadi salah satu manfaat yang dirasakan nelayan dari penggunaan kapal listrik. Kondisi tersebut membuat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir berjalan bersamaan dengan upaya mengurangi penggunaan bahan bakar dalam aktivitas melaut.
Penguatan ekonomi desa juga menyasar keluarga nelayan. Istri dan anak-anak nelayan dilibatkan melalui pelatihan literasi keuangan serta pendampingan usaha. Kegiatan tersebut diarahkan agar keluarga mampu mengelola pendapatan sekaligus mengembangkan produk bernilai tambah dari hasil laut.
Salah satu penerima manfaat, Ibu Luh, mengembangkan usaha olahan ikan setelah mengikuti pendampingan. “Sekarang saya lebih memahami cara membuat kemasan yang menarik dan memperkuat identitas produk, sehingga usaha yang saya jalankan memiliki nilai jual yang lebih baik,” tuturnya.
Dari sisi lingkungan, masyarakat bersama Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Kelan telah mengelola 183 kilogram sampah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi mencemari laut. Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan pesisir yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Pejabat Sementara (Pjs.) Sekretaris Perusahaan PIS Vega Pita mengatakan keberlanjutan kegiatan usaha perlu berjalan bersama dengan perlindungan lingkungan. “PIS meyakini bahwa masa depan masyarakat pesisir dan kesehatan ekosistem laut saling berkaitan. Melalui akses energi yang lebih bersih dan pemberdayaan yang berkelanjutan, kami ingin mendukung masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi sumber penghidupan mereka,” ujar Vega.
Pengembangan wisata mangrove, pengolahan hasil laut, penguatan usaha keluarga, serta pemanfaatan energi bersih menunjukkan bahwa potensi pesisir Desa Kelan dapat dikembangkan untuk mendukung kehidupan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ekosistem. Program tersebut juga memperluas keterlibatan keluarga nelayan dalam kegiatan produktif sehingga keberlanjutan lingkungan dan penguatan ekonomi desa dapat berjalan beriringan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara