KLATEN – Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menawarkan pengalaman wisata yang memadukan peninggalan sejarah, tradisi masyarakat, kegiatan edukasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Desa wisata yang dikembangkan sejak 2016 itu menjadikan kawasan Candi Plaosan serta aktivitas kehidupan pedesaan sebagai bagian dari daya tarik bagi pengunjung.
Candi Plaosan menjadi salah satu tujuan utama wisatawan di Desa Bugisan. Kompleks peninggalan Mataram Kuno tersebut dikenal sebagai Candi Kembar karena memiliki bangunan yang saling berhadapan. Perpaduan unsur arsitektur Hindu dan Buddha pada situs tersebut juga kerap dikaitkan dengan nilai toleransi dan harmoni.
Pengalaman berwisata di Bugisan tidak berhenti pada kunjungan ke situs sejarah. Wisatawan dapat mengenal kesenian dan tradisi masyarakat melalui Festival Candi Kembar (FCK), agenda tahunan yang telah berlangsung sejak 2016. Festival tersebut menampilkan sejumlah kesenian, seperti tari kolosal, gejok lesung, jathilan, dan karawitan.
Selain pertunjukan budaya, pengunjung dapat mengikuti paket edutrip dan lokakarya yang memberikan pengalaman langsung mengenai aktivitas masyarakat desa. Kegiatannya meliputi pembuatan ecoprint, melukis topeng atau wayang, meracik jamu tradisional, hingga belajar menanam padi.
Pilihan kegiatan tersebut membuat wisatawan tidak hanya melihat objek dari luar, tetapi juga dapat terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan dan budaya masyarakat setempat. Jelajah desa juga dapat dilakukan menggunakan moda transportasi klasik, seperti sepeda onthel, andong, dan gerobak sapi, sembari menyusuri area persawahan.
Desa Bugisan juga dikembangkan sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA) melalui program yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Saat ini terdapat 1.533 DSA yang tersebar di 35 provinsi dengan sekitar 3,01 juta warga penerima manfaat. DSA Bugisan menjadi salah satu contoh pengembangan potensi masyarakat desa di kawasan Prambanan.
Sebagaimana diberitakan iNews, Kamis, (17/09/2026), DSA Bugisan menjadi lokasi terakhir rangkaian Toyota Journalist Test Drive: Drive & Joy Beyond The Road 2026 pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung setelah peserta menjelajahi Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya selama tiga hari.
Kunjungan itu juga menjadi bagian dari aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Toyota. Di DSA Bugisan, Toyota melalui program Toyota Berbagi berkolaborasi dengan Jogja Life Cycle menghadirkan lima unit bak sampah pilah berbahan plastik daur ulang.
Fasilitas tersebut disediakan untuk membantu masyarakat dan pengelola desa memilah sampah sejak dari sumbernya. Bak sampah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu.
Sampah organik yang terdiri atas sisa makanan, sisa dapur, dan tanaman dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik. Sementara itu, sampah anorganik seperti kertas, kaleng, kardus, dan botol plastik masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang.
Adapun sampah residu mencakup popok sekali pakai, pembalut, puntung rokok, jenis styrofoam tertentu, dan tisu bekas. Pemilahan sejak sumber diharapkan membantu proses pengelolaan sampah berikutnya menjadi lebih tepat.
Kontribusi tersebut merupakan bagian dari program Toyota Berbagi – Bersama Membangun Indonesia yang dijalankan melalui empat pilar, yakni Toyota Berbagi Hijau, Toyota Berbagi Ilmu, Toyota Berbagi Selamat, dan Toyota Berbagi Langkah.
Melalui Toyota Berbagi Hijau, kegiatan diarahkan pada kepedulian terhadap lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Dengan perpaduan wisata sejarah, kesenian, aktivitas pertanian, pengalaman kehidupan pedesaan, serta pengelolaan lingkungan, Desa Bugisan menawarkan konsep kunjungan yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi. Pengembangan tersebut sekaligus membuka ruang bagi wisatawan untuk mengenal potensi lokal dan aktivitas masyarakat secara lebih dekat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara