TANJUNG SELOR – Kebutuhan ayam potong di Kabupaten Bulungan mencapai sekitar 8.000 ekor per hari, sedangkan peternak lokal baru mampu memasok sekitar 1.500 ekor. Kesenjangan pasokan sekitar 6.500 ekor per hari tersebut menjadi peluang bagi desa untuk mengembangkan usaha peternakan unggas melalui kelompok usaha produktif.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan kebutuhan daging unggas masyarakat saat ini masih banyak dipenuhi dari luar daerah, terutama Kabupaten Berau dan Kota Tarakan. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan dalam upaya pemerintah daerah memperkuat kemandirian pangan.
“Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 6.500 ekor ayam setiap hari yang harus didatangkan dari luar daerah, terutama dari Kabupaten Berau dan Kota Tarakan,” ungkapnya, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (15/09/2026).
Menurut Syarwani, besarnya kebutuhan ayam potong sekaligus menunjukkan masih terbukanya peluang usaha peternakan unggas di Bulungan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mendorong peternak lokal meningkatkan kapasitas produksi agar tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga berpeluang memasok daerah sekitar.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Bulan Bakti Peternakan Tahun 2026 yang digelar Pemkab Bulungan melalui Dinas Pertanian di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Bulungan, Tanjung Selor.
“Kegiatan ini menjadi momentum kita untuk memperkuat sektor peternakan sekaligus mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Bulungan,” ujar Syarwani dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Untuk memperluas keterlibatan masyarakat, Pemkab Bulungan juga mengarahkan desa agar mengambil bagian dalam pengembangan usaha peternakan, terutama ayam potong. Salah satu skema yang disiapkan adalah pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mendukung kelompok usaha produktif di bidang peternakan.
“Salah satu skema yang tengah kita dorong adalah pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pengembangan kelompok usaha produktif di bidang peternakan,” katanya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bulungan selanjutnya akan memperkuat regulasi agar pengembangan usaha ekonomi produktif di desa memiliki ruang yang lebih jelas mulai 2027.
“Mudah-mudahan tahun 2027 bisa dibuka bagaimana pengembangan kelompok produktif, usaha produktif di setiap desa melalui penggunaan skema ADD. Ini bisa menjadi panduan bagi kepala desa untuk menggerakkan usaha-usaha ekonomi produktif, khususnya di bidang peternakan unggas,” ujarnya.
Selain pengembangan usaha di tingkat desa, Bulan Bakti Peternakan Bulungan 2026 diisi berbagai kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pelaku peternakan dan memperkenalkan sektor tersebut kepada masyarakat. Kegiatannya meliputi pelatihan budidaya ayam KUB, budidaya ternak babi, pembuatan pakan berbasis bahan lokal, bakti kesehatan hewan, bazar dan pameran peternakan, serta berbagai perlombaan.
Program tersebut juga mencakup lomba mewarnai bertema dunia peternakan, lomba foto dan video peternakan, serta kegiatan peternakan go to campus. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara