Tiga Orang Utan Korban Karhutla Dievakuasi, Kondisinya Memprihatinkan

KAYONG UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, tidak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga memaksa satwa liar masuk ke area perkebunan dan permukiman warga untuk mencari makanan. Kondisi itu terlihat dari penyelamatan tiga orang utan yang mengalami luka bakar, kekurangan nutrisi, hingga gangguan pernapasan.

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi tiga orang utan pada Sabtu (12/9/2026). Dua di antaranya merupakan induk dan anak yang ditemukan di Desa Penjalaan, sedangkan satu orang utan jantan dewasa dievakuasi dari Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir.

Dua orang utan dari Desa Penjalaan kemudian diberi nama Mama Penja dan Penja. Keduanya ditemukan di sebuah kebun sawit milik warga transmigrasi dalam kondisi kurus, lemas, dan hampir tidak bergerak dari sarangnya meskipun terdapat banyak orang di sekitar lokasi.

Dokter hewan satwa liar sekaligus Direktur Utama (Dirut) YIARI Karmele Llano Sanchez mengatakan kondisi induk dan anak orang utan tersebut sangat memprihatinkan ketika ditemukan.

“Saat kami tiba di lokasi, kami melihat induk orang utan dan anaknya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan,” kata Karmele dalam keterangannya, sebagaimana diberitakan Tirto, Senin, (14/09/2026).

Setelah dibius menggunakan blow dart atau alat pelontar anak panah bius, tim medis memberikan pertolongan pertama berupa cairan infus dan oksigen. Keduanya kemudian dibawa ke Pusat Rehabilitasi YIARI untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Pada Mama Penja, tim menemukan luka bakar pada bagian kaki yang diduga terjadi setelah satwa tersebut berjalan di atas tanah gambut yang terbakar. Kondisi giginya juga mengalami banyak pengikisan yang diduga berkaitan dengan keterbatasan sumber makanan akibat kebakaran.

Dampak karhutla terhadap satwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran tidak berhenti ketika hewan berhasil menjauh dari kobaran api. Berkurangnya sumber makanan dapat menyebabkan satwa mengalami kekurangan nutrisi dalam waktu yang panjang.

“Yang paling menyedihkan bagi saya adalah ketika orang utan mulai terbangun dari pembiusan. Ia tidak menunjukkan perilaku agresif atau berusaha melawan. Ia hanya mencari makanan. Seolah-olah yang ada dalam pikirannya hanya satu: mencari sesuatu untuk dimakan. Itu menunjukkan betapa laparnya ia,” tutur Karmele.

Kondisi serupa juga ditemukan pada orang utan jantan dewasa dari Desa Padu Banjar yang kemudian diidentifikasi bernama Kumbang. Satwa tersebut dievakuasi setelah tim menerima laporan warga mengenai kemunculannya di sekitar permukiman dan kebun masyarakat.

Kumbang diketahui memiliki microchip yang menunjukkan bahwa satwa tersebut pernah dievakuasi dari kawasan hutan yang sama pada 2022. Setelah menjalani proses rehabilitasi, Kumbang sebelumnya telah dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Direktur Operasional (Dirops) Program YIARI Argitoe Ranting mengatakan kemunculan Kumbang di sekitar kampung dan kebun masyarakat diduga berkaitan dengan meluasnya kebakaran.

“Namun, karena kebakaran yang meluas, mendorong orangutan ini masuk di wilayah kampung dan di kebun masyarakat,” kata Argitoe.

Pemeriksaan kesehatan terhadap Kumbang juga menunjukkan adanya persoalan yang perlu ditangani. Dokter hewan menemukan suara abnormal pada paru-paru kanannya. Tim memperoleh informasi bahwa Kumbang sempat terdengar batuk ketika lokasi evakuasi dipenuhi kabut asap yang cukup tebal.

Selain gangguan pernapasan, tubuh Kumbang memiliki sejumlah luka dan bekas cedera. Di antaranya luka panjang pada bagian punggung kanan, sejumlah bekas luka pada kaki, serta luka yang berdasarkan pemeriksaan awal diduga merupakan bekas abses atau cedera akibat proyektil.

Tim juga menemukan benda asing yang tertanam pada tangan kanan Kumbang yang diduga merupakan peluru serta bekas jerat.

“Evakuasi ini menjadi semakin mendesak karena dampak karhutla terhadap satwa liar sudah mulai terlihat secara langsung. Pada Mama Penja, tim menemukan luka bakar yang cukup banyak pada bagian kaki, disertai kondisi tubuh yang kurus dan tanda-tanda dehidrasi,” ujarnya.

“Sementara pada Kumbang, tim menemukan kondisi kesehatan yang juga perlu mendapat perhatian, termasuk adanya suara abnormal pada paru-paru dan riwayat batuk yang mengarah pada dugaan gangguan pernapasan,” tambahnya.

Penyelamatan tiga orang utan tersebut menambah jumlah satwa yang telah diamankan BKSDA Kalimantan Barat akibat dampak karhutla. Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan pihaknya menerima informasi dari masyarakat sekitar dua hari sebelum proses evakuasi dilakukan.

“Secara keseluruhan, hingga saat ini sudah ada 18 individu orangutan yang kami selamatkan akibat karhutla,” kata Murlan.

Ketiga orang utan yang baru dievakuasi kini menjalani pemantauan dan penanganan medis di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI, Ketapang. Pemeriksaan lanjutan akan menentukan penanganan yang dibutuhkan masing-masing satwa.

BKSDA mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang terdampak karhutla. Laporan warga diperlukan agar proses penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat ketika kondisi habitat satwa terus terdampak kebakaran. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Skema Kopdes Diperjelas, Agrinas Hanya Dua Tahun

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah memperjelas skema pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dengan menegaskan aset …

Tapin Punya 63 Desa Maju dan 63 Desa Mandiri

PDF 📄RANTAU – Pemerintah Kabupaten Tapin menjadikan hasil Indeks Desa 2026 sebagai dasar untuk memetakan …

1.269 Kampung Nelayan Dibangun 2026, Anggaran Capai Rp10 Triliun

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *