Kopi Kerinci Bidik Pasar Dunia, Nilai Kerja Sama Capai Rp6,5 Miliar

KERINCI – Kopi Kerinci mulai memperluas pijakannya di pasar internasional setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendorong penguatan ekosistem kopi dari produksi hingga pemasaran. Langkah itu ditandai dengan pelepasan ekspor kopi sebanyak 14 ton ke Kanada dan Malaysia dengan total nilai Rp2,4 miliar.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 yang digelar di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026). Pemprov Jambi menilai peningkatan produksi saja belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan pengembangan kopi harus dibarengi dengan penguatan rantai usaha agar produk petani memiliki daya saing lebih tinggi di pasar domestik maupun internasional.

“Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu pengolahan, pengemasan, sertifikasi, branding, promosi, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri,” kata Ariansyah.

Menurut Ariansyah, festival tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan pemerintah, petani, koperasi, pelaku usaha, serta lembaga pembiayaan dalam membangun kemitraan dan memperluas akses pasar. Upaya itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi menghasilkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Selain membuka peluang pasar, pengembangan kopi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, memberdayakan generasi muda, serta mengembangkan agrowisata dan budaya di Kerinci, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (11/09/2026).

Pada kegiatan tersebut, kopi Kerinci dilepas untuk ekspor ke Kanada sebanyak tujuh ton senilai Rp1,2 miliar. Pengiriman dengan volume dan nilai yang sama juga dilakukan ke Malaysia untuk dua perusahaan pembeli.

Perluasan pasar turut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) antara perusahaan pengelola dan perdagangan kopi dengan perusahaan asal Amerika Serikat. Kerja sama itu mencakup pengiriman dua kontainer kopi yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November 2026 dengan nilai ekspor Rp6,5 miliar.

Dari sisi pembiayaan, dukungan bagi petani juga diarahkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk usaha agroforestri kopi yang dikelola kelompok tani hutan dan kelompok usaha perhutanan sosial.

BPDLH yang berada di bawah Kementerian Keuangan tersebut direncanakan menyalurkan bantuan senilai Rp1,5 miliar kepada 100 petani binaan di Kerinci dan Bengkulu. Program pembiayaan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat usaha kopi sekaligus mendorong pengelolaan lahan berbasis agroforestri.

“Nanti (BPLH) hingga 2027 menargetkan penyaluran Rp37,5 miliar,” tutupnya.

Dengan perluasan ekspor, penguatan pembiayaan, dan peningkatan kualitas dari hulu hingga hilir, kopi Kerinci diarahkan tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga sumber penggerak ekonomi masyarakat serta pengembangan potensi wisata berbasis pertanian. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Rokok Ilegal Bisa Rugikan Negara Miliaran, Warga Jepara Diingatkan

PDF 📄JEPARA – Masyarakat Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, didorong ikut menjadi garda terdepan …

Festival Tani Ganding 2026 Jadi Panggung Produk Unggulan Masyarakat

PDF 📄SUMENEP – Festival Tani Kecamatan Ganding 2026 disiapkan bukan sekadar sebagai agenda hiburan masyarakat, …

Lampung Timur Tambah 40 Alsintan, Pompa Air Jadi Andalan Petani

PDF 📄LAMPUNG TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur memperkuat mekanisasi pertanian dengan menyalurkan 40 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *