Petani Tembakau Jember Tertekan Kemarau, Tanaman Rusak

JEMBER – Penyusutan debit air irigasi selama kemarau panjang mulai menekan produksi tembakau di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Kondisi tersebut membuat sebagian tanaman rusak, bahkan seorang petani mengaku sekitar seperempat dari 6.500 pohon tembakau yang ditanamnya tidak lagi dapat dipanen.

Petani tembakau di Dusun Krajan, Desa Jatian, Sujai, mengatakan cuaca panas disertai angin menjadi salah satu penyebab kondisi tanaman memburuk. Daun tembakau miliknya mengalami keriting dan sebagian tanaman tidak dapat dipanen.

“Daunnya keriting, tidak bisa dipanen. Ini karena cuaca panas dan berangin,” ujar Sujai, Jumat (11/9/2026).

“Angin panas, angin panas, begitu terus. Karena kemarau, pengairan di sawah juga sulit,” imbuhnya.

Dari total sekitar 6.500 pohon tembakau yang ditanam Sujai, seperempatnya mengalami kerusakan. Sementara tanaman jenis Kasturi yang masih bertahan mulai dipanen dalam beberapa hari terakhir.

Hasil panen tersebut selanjutnya melalui proses pengeringan sebelum daun yang telah dipilah dikirim ke gudang pabrik rokok.

“Kalau harga mungkin tidak jauh dari tahun lalu, berkisar Rp7 juta per kuintal,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan Tribun Jatim, Jumat, (11/09/2026), persoalan serupa juga dialami Kepala Dusun Krajan Ruliyati yang turut menanam tembakau. Ia menyebut kesulitan memperoleh air membuat proses pengairan sawah tidak dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman.

“Karena waktunya nurap (mengairi sawah dalam Bahasa Madura) tidak bisa nurap. Airnya datang setiap 15 hari sekali. Musim kemarau ini sulit air,” imbuhnya.

Ruliyati mengelola sekitar 20 ribu batang tembakau. Ia mengakui terdapat tanaman yang mengalami kerusakan, meski belum menghitung jumlahnya secara pasti.

“Pohonnya layu, terus mati. Tapi untuk jumlahnya saya enggak ngitung,” imbuhnya.

Kondisi kekurangan air tersebut terjadi meski wilayah persawahan Desa Jatian memiliki sejumlah saluran irigasi. Aliran air juga diatur melalui beberapa bendung kecil yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Namun, kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan membuat debit air pada saluran irigasi menyusut. Akibatnya, petani harus berbagi air agar sawah masing-masing tetap memperoleh pasokan.

Situasi tersebut membuat keberlangsungan tanaman tembakau bergantung pada ketersediaan air di tengah cuaca panas dan berangin. Petani diharapkan dapat mempertahankan tanaman yang masih produktif sembari menyesuaikan pengairan dengan kondisi debit irigasi yang terbatas. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bupati Bone Turun ke Barebbo, Pastikan Pembangunan Jalan Bermanfaat

PDF 📄Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memantau pembangunan jalan aspal di Desa Kading, Kecamatan Barebbo, …

Di Tengah Perjuangan Wilayah Adat, Masyarakat Sihaporas Teguhkan Tradisi

PDF 📄Komunitas adat Sihaporas menggelar ritual Partarias Debata Mulajadi Nabolon selama tiga hari sebagai upaya …

Warga Silurah Lestarikan Nyadran Gunung Lewat Kirab dan Ruwat Bumi

PDF 📄Melalui doa adat, pemotongan kambing kendit, kirab enam gunungan hasil bumi, dan pelibatan anak-anak, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *