NAGEKEO – Kerusakan jaringan irigasi yang mengganggu pengairan sekitar 100 hektare lahan pertanian di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu persoalan yang disoroti pemerintah dalam penanganan pascagempa. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Menteri Pertanian agar pengairan sawah warga dapat segera dipulihkan.
Tito menemukan persoalan itu saat meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). Kerusakan irigasi dinilai penting untuk segera ditangani karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
“Dan yang terakhir tadi adalah irigasi. Irigasi mungkin kalau tadi disampaikan ada 100 hektare irigasinya ada yang patah, saya akan sampaikan ini segera kepada Menteri Pertanian,” ungkapnya.
Mendagri menyebut pemulihan sektor pertanian dapat dilakukan dengan dukungan pompa apabila jaringan irigasi belum dapat segera diperbaiki. Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi sementara agar pasokan air ke lahan persawahan tetap tersedia, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (19/08/2026).
“Sehingga airnya bisa mengaliri sawah-sawah itu yang saya sarankan nanti kepada Menteri Pertanian,” tutur Mendagri.
Selain persoalan pertanian, pemerintah juga memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak gempa. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan bantuan duka masing-masing Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.
“Pada kesempatan ini kami juga ini memberikan tali asih kepada warga yang keluarganya wafat, meninggal dunia. Nanti biasa dari Kementerian Sosial ada juga bantuan yang nilainya Rp15 juta, tapi ini khusus dari Kementerian Dalam Negeri kami juga memberikan dengan angka yang sama Rp15 juta,” kata Mendagri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Kemendagri juga menyerahkan bantuan Rp100 juta kepada Kepala Desa Waekokak untuk membantu meringankan beban masyarakat setempat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap warga yang masih menjalani masa pemulihan setelah gempa.
Di lokasi pengungsian, Tito turut menerima dan menyimak berbagai laporan warga mengenai kebutuhan pascabencana. Pemerintah memprioritaskan tambahan bantuan sembako dan air minum, sekaligus mengoptimalkan penyediaan tenda serta selimut bagi masyarakat terdampak.
Pemulihan infrastruktur pertanian menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana karena kerusakan irigasi berpotensi menghambat aktivitas masyarakat dalam mengelola lahan pertanian. Dengan perbaikan jaringan pengairan maupun penggunaan pompa, lahan yang terdampak diharapkan kembali mendapatkan pasokan air.
Penanganan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat desa yang bergantung pada sektor pertanian. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara