Karhutla di Muaro Jambi Terkendali, Tim Gabungan Percepat Pemadaman

JAMBI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekumbung, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, berhasil dituntaskan sekitar 2,5 jam setelah tim pemadam dikerahkan. Kecepatan respons tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah api meluas ke wilayah sekitar, dengan dukungan personel darat dan helikopter water bombing.

Peristiwa itu ditangani PT Wira Karya Sakti (WKS), perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di Jambi. Sebanyak dua Tim Reaksi Cepat (TRC) dan satu Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Distrik 7 dikerahkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pengendalian api di lokasi.

“Dalam penanganan tersebut WKS mengerahkan dua Tim Reaksi Cepat (TRC) serta full team Regu Pemadam Kebakaran (RPK) Distrik 7 untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api di lokasi,” Head Fire Operation Management (FOM) PT WKS, Destian Nori, di Jambi Kamis.

Selain pengerahan personel di darat, dukungan udara melalui helikopter water bombing turut dilakukan untuk mempercepat pemadaman. Kombinasi kedua metode tersebut digunakan agar api dapat dikendalikan dengan segera dan tidak merambat ke area lain.

Sebagaimana diberitakan Antara, Kamis, (20/08/2026), respons cepat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi potensi karhutla, terutama selama musim kemarau ketika risiko kebakaran meningkat.

Pihak perusahaan menyatakan kesiapsiagaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan memadamkan api, tetapi juga pada pencegahan sejak munculnya indikasi awal kebakaran.

“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan sarana pemadaman. Target utama kami adalah memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani secepat mungkin sebelum berkembang dan meluas,” katanya.

Pengerahan TRC dan RPK tersebut menjadi bagian dari sistem respons cepat yang disiapkan untuk menghadapi kebakaran di lapangan. Sementara itu, dukungan udara digunakan ketika kondisi membutuhkan tambahan kemampuan pemadaman dari atas.

Upaya penanganan karhutla juga dinilai membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Perusahaan mendorong pemerintah, aparat, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat komunikasi agar laporan mengenai asap maupun titik api dapat segera ditindaklanjuti.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Langkah tersebut dinilai penting karena pencegahan sejak dini dapat mengurangi risiko kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

“Pemadaman dalam waktu sekitar 2,5 jam ini menjadi bagian dari upaya respons cepat kami di lapangan. Namun, yang paling penting adalah bagaimana kebakaran dapat dicegah sejak awal. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran,” tambah Destian.

Ke depan, kesiapsiagaan menghadapi karhutla akan diperkuat melalui peningkatan kapasitas personel, patroli, deteksi dini, kesiapan sarana pemadaman, serta koordinasi dengan berbagai pihak. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan sekaligus menekan potensi meluasnya kebakaran di wilayah sekitar. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Belum Berlistrik Jadi Sasaran Kolaborasi Kemendes dan PLN

PDF đź“„JAKARTA – Penguatan akses listrik dan pengembangan energi berbasis potensi desa menjadi salah satu …

53 Pimpasa Perluas Edukasi Keimigrasian hingga Desa

PDF đź“„MEDAN – Sebanyak 53 Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) yang dikukuhkan di Sumatera Utara …

Mahasiswa Undip Edukasi Warga Desa Poncoruso Soal Administrasi Kependudukan

PDF đź“„SEMARANG – Warga Desa Poncoruso, Kabupaten Semarang, mendapat edukasi mengenai prosedur layanan administrasi kependudukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *