Tiga Hari Diguyur Abu Vulkanik, Warga Pulau Sebesi Keluhkan Sesak Napas

LAMPUNG – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu aktivitas warga Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, selama tiga hari terakhir. Warga mengeluhkan gangguan pernapasan dan sakit mata serta membutuhkan masker untuk mengurangi dampak paparan abu.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tejang Riko Iswanto mengatakan, keluhan warga meningkat seiring abu vulkanik yang terbawa angin dari kawasan Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap saluran pernapasan menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Abu vulkanik sudah terjadi sejak tiga hari terakhir ini. Sudah banyak warga di sini mengeluhkan abu vulkanik,” kata dia.

Menurut Riko, warga saat ini meminta dukungan berupa masker agar paparan abu tidak semakin mengganggu kesehatan. Permintaan tersebut muncul setelah sejumlah warga mengalami keluhan pada saluran pernapasan akibat abu vulkanik.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga tercatat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (17/8/2026), gunung api di perairan Selat Sunda itu mengalami 20 kali erupsi dalam satu hari. Kolom erupsi tertinggi mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau 557 meter di atas permukaan laut.

Material vulkanik yang keluar saat erupsi dapat terbawa angin ke wilayah sekitar. Pulau Sebesi menjadi salah satu kawasan yang terdampak karena lokasinya relatif dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

Kondisi abu vulkanik tersebut menjadi perhatian karena selain mengganggu lingkungan permukiman, paparan abu juga dikeluhkan warga sebagai gangguan kesehatan. Pemerintah desa dan masyarakat perlu terus memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung api serta menggunakan perlindungan yang sesuai ketika abu vulkanik kembali turun.

Informasi mengenai keluhan warga dan kondisi abu vulkanik tersebut sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (18/08/2026). Pemantauan kondisi Gunung Anak Krakatau dan perkembangan dampak abu vulkanik di wilayah permukiman diperlukan untuk memastikan masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan secara tepat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Enam Desa di Tuban Perkuat Gizi Keluarga dari Pekarangan

PDF đź“„Enam desa di Tuban didorong mempertahankan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi setelah pendampingan …

Cegah Penyakit dari Lingkungan, Dabo Lama Rutin Agendakan PSN

PDF đź“„Kelurahan Dabo Lama mendorong pencegahan penyakit berbasis lingkungan dengan mengaktifkan RT, RW, kader Posyandu, …

Desa Ngasinan Dapat Sumur Bor, Warga Diminta Rawat Bersama

PDF đź“„Warga Dukuh Mloyo, Desa Ngasinan, Sukoharjo, kini memiliki fasilitas sumur bor yang dapat dimanfaatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *