KARAWANG – Pilkades Elektronik 67 Desa Dijadwalkan Serentak pada 22 November Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menetapkan 67 desa sebagai peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara elektronik yang dijadwalkan berlangsung serentak pada 22 November 2026. Tahapan pelaksanaan akan mulai berjalan pada 24 Agustus 2026, dengan anggaran yang telah diefisienkan menjadi Rp6,7 miliar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Karawang Muhammad Syaefulloh mengatakan, pelaksanaan Pilkades digital tersebut kini memasuki tahap persiapan setelah Pemkab Karawang melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait.
“Untuk jadwal tahapan resmi akan segera kami informasikan setelah turun surat keputusan bupati,” kata Syaefulloh di Aula Husni Hamid, Kompleks Kantor Bupati Karawang, Selasa (18/8/2026), sebagaimana diberitakan TribunBekasi, Selasa (18/08/2026).
Pemungutan suara akan dilakukan secara elektronik dengan dukungan 438 tempat pemungutan suara (TPS). Setiap TPS disiapkan dua bilik suara dengan kapasitas hingga 500 pemilih untuk setiap bilik.
Dari sisi pembiayaan, Pemkab Karawang menetapkan anggaran Pilkades sebesar Rp6,7 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan rencana anggaran sebelumnya yang mencapai Rp12,7 miliar.
Syaefulloh memastikan sistem elektronik yang digunakan tetap mengutamakan keamanan data. Data yang berada di TPS akan diproses secara offline sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko kebocoran data maupun hasil pemilihan.
Pemilih penyandang disabilitas atau tunanetra juga mendapat ketentuan khusus. Mereka diwajibkan membawa kartu tanda penduduk (KTP) dan surat kuasa sebagai bagian dari mekanisme pencegahan manipulasi data.
Persiapan teknis turut diarahkan untuk mengantisipasi persoalan di wilayah dengan jumlah pemilih maupun calon kepala desa yang tinggi. Ketua Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Karawang Ridwan Salam mengatakan mitigasi dilakukan pada setiap tahapan dengan melibatkan seluruh unsur yang berkepentingan.
“Jadi setiap permasalahan-permasalahan coba kita mitigasi dan kita selesaikan per tahapan,” katanya.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Desa Cibalongsari karena memiliki jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang cukup tinggi. Panitia juga mengantisipasi desa-desa yang berpotensi memiliki banyak calon kepala desa.
Selain aspek teknis, netralitas aparatur pemerintah menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Pilkades. Panitia berencana menggelar deklarasi damai sebagai bentuk komitmen agar seluruh aparat pemerintahan tidak memihak calon tertentu selama tahapan pemilihan.
Pilkades 2026 tersebut mencakup desa-desa yang masa jabatan kepala desanya berakhir pada tahun ini. Sebanyak 67 desa tersebar di 25 kecamatan, yakni Banyusari, Batujaya, Cibuaya, Cikampek, Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Cilebar, Jatisari, Jayakerta, Klari, Kutawaluya, Lemahabang, Majalaya, Pakisjaya, Pangkalan, Pedes, Purwasari, Rawamerta, Rengasdengklok, Tegalwaru, Telagasari, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Tirtajaya, dan Tirtamulya.
Desa yang mengikuti Pilkades tersebut meliputi Pamekaran, Cicinde Selatan, Tanjung, Mekarasih, Baturaden, Telukbango, Segaran, Karyamulya, Kertarahayu, Kalihurip, Cikampek Timur, Sumurgede, Muktijaya, Bayur Lor, Mekarmaya, Muara Baru, Tegalsari, Sukakerta, Ciptamargi, Tanjungsari, Kalijati, Situdam, Kertajaya, Kemiri, Klari, Cibalongsari, Gintungkerta, Curug, Duren, Mulyajaya, Sampalan, Sindangkarya, Pulojaya, Lemahmukti, Pulokalapa, Lemahabang, Ciranggon, Bengle, Solokan, Telukbuyung, Tanjungpakis, Ciptasari, Cintaasih, Kertasari, Sungaibuntu, Karangjaya, Dongkal, Cangkong, Sukapura, Kalangsuria, Kertasari, Dukuhkarya, Amansari, Kalangsari, Cigunungsari, Cintalanggeng, Wargasetra, Kutalanggeng, Pulosari, Cariumulya, Karangmulya, Wadas, Sabajaya, Srikamulyan, Tirtasari, Karangsinom, dan Bojongsari.
Dengan tahapan awal yang dijadwalkan dimulai 24 Agustus, kesiapan teknis, keamanan sistem, mitigasi persoalan, serta netralitas aparatur menjadi faktor penting sebelum pemungutan suara elektronik digelar pada 22 November 2026. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara