Limbah Rambut Jagung di Banyumas Diolah Jadi Teh Herbal

BANYUMAS – Pemanfaatan jagung lokal di Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas (Banyumas) mulai diarahkan ke pengembangan produk pangan bernilai tambah melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Program tersebut tidak hanya mengajarkan pengolahan jagung, tetapi juga memperkenalkan pemanfaatan limbah rambut jagung hingga teknologi fermentasi.

Kegiatan yang digelar tim dosen Telkom University Purwokerto itu berlangsung selama enam bulan, Mei hingga Oktober 2026. Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kelompok PKK dalam mengolah jagung menjadi produk pangan inovatif, termasuk yogurt dari susu jagung dan teh herbal berbahan rambut jagung yang berpotensi dikembangkan menjadi kombucha melalui proses fermentasi.

Desa Karanggintung menjadi sasaran program karena merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kecamatan Sumbang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, luas panen jagung di Banyumas pada 2023 mencapai sekitar 1.274 hektare dengan produksi 9.682,40 ton dan produktivitas rata-rata 7,60 ton per hektare.

Selama ini, sebagian jagung masih dipasarkan sebagai bahan mentah dengan nilai jual relatif rendah. Adapun pengolahan oleh kelompok ibu-ibu PKK masih terbatas pada sejumlah produk sederhana, seperti jagung rebus, puding jagung, dan susu jagung. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Tim PkM terdiri atas Faizah sebagai ketua serta Yulian Zetta Maulana dan Silvia Van Marsally sebagai anggota. Pendekatan yang digunakan memadukan bidang Teknologi Pangan, Teknik Elektro, dan Bisnis Digital agar pengembangan produk tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mencakup efisiensi, pengemasan, penetapan harga, hingga pemasaran.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan ialah pemanfaatan rambut jagung yang sebelumnya cenderung dibuang. Bahan tersebut diarahkan menjadi teh herbal dan selanjutnya dapat dikembangkan menjadi kombucha rambut jagung melalui fermentasi. Langkah ini sekaligus memperkenalkan konsep produksi berkelanjutan dan minim limbah (zero waste).

Untuk menunjang proses produksi, tim juga menerapkan teknologi tepat guna berupa fermentor berkapasitas sekitar 20 liter per siklus. Peralatan berbahan baja tahan karat food grade tersebut digunakan untuk membantu menjaga konsistensi mutu, meningkatkan efisiensi, serta memperbesar kapasitas pengolahan produk.

Pendampingan kepada kelompok PKK juga mencakup keamanan pangan, sanitasi dan higiene, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), pengemasan, penentuan harga, serta pemasaran. Kelompok diperkenalkan dengan pentingnya identitas produk dan informasi pada kemasan serta pemanfaatan WhatsApp Business dan media sosial untuk menjangkau konsumen.

Program tersebut menargetkan peningkatan pemahaman peserta dari sekitar 30 persen menjadi sedikitnya 80 persen. Selain itu, kelompok diharapkan mampu menerapkan praktik sanitasi sederhana dan menyusun SOP untuk pengolahan yogurt jagung serta kombucha rambut jagung.

Program ini terlaksana dengan dukungan pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan hasil keilmuan perguruan tinggi melalui teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat desa.

Dengan pengolahan tersebut, jagung tidak hanya diposisikan sebagai komoditas yang dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga sebagai bahan baku produk pangan yang dapat memberikan nilai ekonomi lebih tinggi. Pendekatan itu diharapkan memperkuat keterampilan kelompok PKK sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal di Desa Karanggintung. Sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Senin, (10/08/2026), program ini ditargetkan menghasilkan peningkatan kemampuan pengolahan, penerapan sanitasi, serta pengembangan produk secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Modal Usaha Desa Diperluas, Pemerintah Bidik 10.000 Desa

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menyiapkan proyek percontohan pembiayaan bagi 500 hingga 1.000 desa sebagai tahap …

Strategi Baru Pariwisata RI: Desa, Pendidikan, hingga Promosi Global

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah memperluas pengembangan pariwisata hingga tingkat desa dengan mengintegrasikan potensi wisata, pendidikan, …

Industri Penghasil Karbon Didorong Beri Insentif untuk Pelestari Mangrove

PDF 📄DEPOK – Nilai karbon yang tersimpan di ekosistem mangrove mulai diproyeksikan menjadi salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *