Petani Desa Kepuh menyampaikan kebutuhan sarana pertanian, terutama pupuk, benih, obat pertanian, irigasi, dan sumur bor, agar dukungan bagi masyarakat desa dapat menjangkau lebih banyak petani.
MOJOKERTO – Petani Desa Kepuh, Jawa Timur, menyampaikan kebutuhan dukungan pertanian yang lebih merata, mulai dari pupuk, benih, obat pertanian hingga perbaikan irigasi dan pembangunan sumur bor. Aspirasi tersebut mengemuka dalam dialog bersama petani dalam rangka Hari Tani Nasional 2026, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu, (26/09/2026).
Kebutuhan terhadap infrastruktur air menjadi salah satu perhatian karena perbaikan jaringan irigasi dan pembangunan sumur bor dinilai diperlukan untuk menunjang ketersediaan air serta produktivitas pertanian. Aspirasi tersebut disampaikan bersamaan dengan harapan agar bantuan sektor pertanian dapat menjangkau lebih banyak petani di tingkat desa.
Kegiatan dialog dan makan bersama petani tersebut diikuti Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Hadi Setiawan. Pertemuan itu menjadi ruang untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan petani, termasuk sarana produksi dan infrastruktur pertanian.
“Makan bersama ini sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para petani. Kami juga ingin mendengar langsung aspirasi dan kebutuhan mereka,” katanya melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu.
Dalam pertemuan tersebut, kebutuhan petani yang dibahas mencakup pupuk, benih, obat pertanian, serta dukungan infrastruktur berupa irigasi dan sumur bor. Infrastruktur air menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai berkaitan langsung dengan keberlangsungan kegiatan pertanian masyarakat desa.
Hadi mengatakan petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di Jawa Timur. Karena itu, momentum Hari Tani Nasional dimanfaatkan untuk mendengarkan persoalan yang dihadapi petani sekaligus menghimpun aspirasi mengenai kebutuhan sektor pertanian.
Sejumlah dukungan juga diberikan dalam kegiatan tersebut. Panitia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat, sementara petani memperoleh pupuk dan obat pembasmi rumput.
Perwakilan petani Ahmad Sholeh berharap bantuan pemerintah untuk sektor pertanian dapat disalurkan secara lebih merata sehingga manfaatnya tidak hanya diterima sebagian petani.
“Kalau belum bisa diberikan secara bersamaan, penyaluran secara bergilir bisa menjadi alternatif agar manfaat program menjangkau lebih banyak petani,” katanya.
Bagi masyarakat Desa Kepuh, dukungan terhadap sektor pertanian juga diharapkan tidak berhenti pada bantuan sesaat. Kepala Desa Kepuh Joni Hariadi menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap dukungan kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan, termasuk untuk sektor pertanian dan peternakan.
Harapan tersebut menempatkan keberlanjutan dukungan sebagai bagian penting bagi masyarakat desa. Selain kebutuhan sarana produksi, ketersediaan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan sumur bor menjadi aspirasi yang disampaikan untuk menunjang kegiatan petani.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar. Bagi masyarakat desa, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan kebutuhan pertanian secara langsung, terutama terkait sarana produksi dan infrastruktur pendukung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara