MALUKU TENGGARA – Revitalisasi perpustakaan di Ohoi Elaar Lamagorang, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, kembali membuka akses ruang belajar bagi masyarakat setelah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama warga membenahi fasilitas tersebut.
Program yang disiapkan sepanjang Juli 2026 itu tidak hanya menyasar kondisi fisik perpustakaan, tetapi diarahkan untuk mengembalikan fungsinya sebagai ruang pendidikan nonformal dan pusat kegiatan literasi masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa KKN-PPM UGM terlibat dalam proses tersebut bersama warga setempat.
Selama revitalisasi, mahasiswa dan masyarakat membersihkan ruangan, menata koleksi buku, memperbaiki jaringan listrik, serta membenahi fasilitas pendukung. Perbaikan itu dilakukan agar perpustakaan kembali nyaman dan dapat dimanfaatkan anak-anak, pelajar, serta masyarakat umum.
Penanggung Jawab Program Revitalisasi Perpustakaan, Muammar Ma’ruf Shidqi, mengatakan keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kebiasaan membaca dan belajar. Hal tersebut disampaikannya di Ohoi Elaar Lamagorang, Kamis (30/7/2026), sebagaimana diberitakan Universitas Gadjah Mada, Senin, (10/08/2026).
“Perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui budaya membaca dan belajar. Kami berharap dengan aktifnya kembali perpustakaan ini, minat baca, rasa ingin tahu, dan semangat belajar anak-anak di Ohoi Elaar Lamagorang semakin meningkat,” ujar Shidqi.
Menurut Shidqi, perpustakaan yang kembali aktif diharapkan tidak berhenti sebagai tempat penyimpanan buku. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik untuk membaca, belajar, berdiskusi, dan memperluas akses pendidikan masyarakat.
“Perpustakaan ini kami cita-citakan menjadi ruang bersama untuk membaca, belajar, berdiskusi, dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Keberlanjutan pemanfaatan perpustakaan menjadi perhatian setelah program KKN-PPM berakhir. Shidqi menilai keterlibatan pemerintah ohoi dan masyarakat diperlukan agar fasilitas tersebut tetap menjadi bagian dari aktivitas pendidikan sehari-hari.
“Program ini kami harapkan menjadi awal kebangkitan budaya literasi di Ohoi Elaar Lamagorang sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun sektor pendidikan di tingkat desa,” tegasnya.
Revitalisasi tersebut sekaligus menunjukkan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah ohoi, dan masyarakat dalam memperluas akses pengetahuan di wilayah pedesaan. Dengan fasilitas yang lebih layak, perpustakaan diharapkan dapat mendukung kebiasaan membaca, kemampuan berpikir kritis, serta semangat belajar generasi muda secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara