KENDAL – Kekeringan akibat musim kemarau mengancam sekitar 200 hektare lahan sawah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pemerintah daerah menyiapkan bantuan sarana irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama bagi petani yang mengandalkan lahan tadah hujan.
Salah satu petani terdampak adalah Asrori, warga Desa Weleri, Kabupaten Kendal. Ia mengaku kesulitan menanam padi karena pasokan air berkurang selama musim kemarau. Kondisi tersebut membuat sebagian petani harus memilih tanaman alternatif seperti jagung meski hasil ekonominya tidak setara dengan komoditas padi.
“Musim kemarau seperti sekarang ini sulit tanam padi, airnya susah,” kata Asrori, sebagaimana diberitakan Ayo Semarang, Senin, (03/08/2026).
Asrori menjelaskan, sawah miliknya seluas sekitar 0,5 hektare merupakan lahan tadah hujan sehingga sangat bergantung pada curah hujan. Dalam kondisi normal, ia hanya dapat menanam dan memanen padi dua kali dalam setahun.
“Sawahnya tadah hujan, jadi panen kalau musim hujan. Musim kemarau serba sulit,” ujarnya.
Untuk tetap memperoleh hasil dari lahannya, Asrori menanam jagung ketika musim kemarau tiba. Namun, pendapatan dari tanaman tersebut dinilai belum mampu menggantikan penghasilan saat musim tanam padi berlangsung.
“Bantuan sangat diharapkan bagi petani seperti kami,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal Pandu Rapriat Rogojati mengatakan sejumlah wilayah pertanian menjadi perhatian karena berpotensi mengalami kekeringan. Daerah yang terdampak antara lain Kecamatan Weleri dan kawasan Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari.
Meski terdapat ancaman kekeringan, Pandu memastikan kondisi pertanian di Kendal masih terkendali dan belum mengarah pada kegagalan panen secara luas.
“Di Kendal ada beberapa, seperti di Weleri dan Sendang Sikucing Rowosari. Tapi aman, tidak sampai gagal panen,” jelas Pandu.
Sebagai upaya mitigasi, DPP Kendal telah menyalurkan bantuan sarana irigasi ke wilayah yang mengalami keterbatasan air. Pemerintah daerah juga melakukan pendataan kebutuhan infrastruktur pertanian sesuai arahan Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Pandu menyampaikan, dukungan dari Kementan RI nantinya akan diarahkan untuk pembangunan jaringan perpipaan, sistem perpompaan, serta penyediaan pompa air bagi wilayah dengan tingkat risiko kekeringan tinggi.
“Waktu Pak Dirjen berkunjung ke Kendal, kami diminta menginventarisasi seluruh kebutuhan. Nantinya bantuan akan langsung kami plot ke wilayah yang berpotensi tinggi mengalami kekeringan dan rawan puso atau gagal panen,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal berharap dukungan infrastruktur pengairan tersebut mampu menjaga keberlangsungan produksi pertanian selama musim kemarau. Langkah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara