MAMUJU – Festival Budaya Laskar Mamuju di Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menjadi wadah pelestarian tradisi lokal sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026, tersebut menghadirkan kolaborasi antara masyarakat Desa Sumare, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar), serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkenalkan potensi budaya dan wisata daerah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar Bau Akram Dai mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan generasi muda dalam menghadirkan festival yang mengangkat kekayaan budaya setempat.
“Pelaksanaan Festival ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda mampu menghadirkan inovasi dalam membangun destinasi wisata berbasis budaya,” ujar Bau Akram, sebagaimana diberitakan Katinting, Selasa, (04/08/2026).
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menampilkan atraksi seni dan tradisi, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi wisata Mamuju serta membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif melalui produk lokal dan kreativitas warga.
“Selain menampilkan beragam atraksi seni dan tradisi, kegiatan ini juga akan menjadi media promosi potensi wisata Mamuju serta membuka ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif melalui produk lokal dan kreativitas masyarakat,” lanjutnya.
Bau Akram menyampaikan, pengembangan pariwisata berbasis budaya menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor unggulan daerah. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, potensi lokal diharapkan mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan warga.
Festival tersebut turut dihadiri perwakilan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar Irwan Satya Putra Pababari, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, Kepala Radio Republik Indonesia (RRI) Mamuju, tokoh adat, serta masyarakat Desa Sumare dan Tapandullu.
Bau Akram menilai keterlibatan mahasiswa KKN PPM UGM menjadi contoh bahwa kegiatan pengabdian masyarakat dapat menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap penguatan identitas budaya, promosi wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Festival seperti ini membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga menjadi penggerak inovasi, promosi budaya, serta pemberdayaan masyarakat,” jelas Bau Akram.
Ia mengatakan Desa Sumare memiliki potensi wisata yang besar, mulai dari kawasan pesisir, kekayaan budaya, hingga tradisi masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berkelanjutan.
“Sumare memiliki potensi wisata yang sangat baik untuk terus dikembangkan. Jika dikelola secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda, saya yakin kawasan ini mampu menjadi destinasi yang memberikan manfaat ekonomi, membuka lapangan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya lebih lanjut.
Selain pengembangan budaya dan wisata, Dispoparekraf Sulbar juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu perhatian utama adalah rekomendasi mahasiswa KKN PPM UGM terkait konservasi burung maleo sebagai satwa endemik Mamuju.
“Pembangunan pariwisata harus diiringi komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati daerah. Burung maleo sebagai satwa endemik Mamuju merupakan aset yang sangat berharga. Upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekowisata yang edukatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Pemprov Sulbar berharap Festival Budaya Laskar Mamuju dapat berkembang menjadi agenda kolaboratif yang menghubungkan pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata, serta konservasi lingkungan sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara