MAJALENGKA – Puluhan hektare lahan pertanian di Desa Kodasari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengalami ancaman kekurangan air akibat penurunan debit irigasi. Kondisi tersebut mendorong pendampingan terhadap kelompok tani untuk mengatur distribusi air agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi.
Babinsa Desa Kodasari Koramil 1713/Ligung Komando Distrik Militer (Kodim) 0617 Majalengka Serma Rayanto bersama kelompok tani melakukan pengaturan jadwal pengairan sawah di Blok Angsana, Desa Kodasari, pada Sabtu (1/8/2026).
Langkah pengaturan dilakukan dengan sistem giliran agar pasokan air yang tersedia dapat menjangkau seluruh area persawahan secara merata. Sebagaimana diberitakan Galura, Senin (03/08/2026), Serma Rayanto menyampaikan distribusi air menjadi salah satu upaya untuk menghadapi keterbatasan debit irigasi.
“Distribusi cai dilaksanakeun sacara giliran kangge ngamaksimalkeun walatrana cai di pasawahan,” ujar Serma Rayanto.
Ia menjelaskan, sekitar 15 hektare area persawahan di Blok Angsana berpotensi mengalami kekurangan air akibat berkurangnya aliran irigasi.
Kondisi tersebut membuat petani perlu menyesuaikan pola pengairan agar tanaman tetap mendapatkan suplai air sesuai kebutuhan. Pendampingan bersama kelompok tani dilakukan untuk memastikan pengelolaan air berjalan tertib dan tidak menimbulkan ketimpangan antararea sawah.
Upaya pengaturan distribusi air ini diharapkan mampu membantu petani mempertahankan produktivitas lahan pertanian di tengah berkurangnya ketersediaan air irigasi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara