Tanpa Bangunan Mewah, Wisata Ngopi Sawah Randupitu Jadi Magnet Baru

PASURUAN – Kreativitas pemuda di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, berhasil mengubah jalan usaha tani menjadi destinasi wisata sederhana yang menawarkan pengalaman menikmati kopi di tengah hamparan sawah. Konsep tersebut mulai menarik banyak pengunjung dan membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Berawal dari sebuah gerobak kopi dan kursi lipat yang ditempatkan di tepi persawahan, kawasan tersebut kini menjadi lokasi favorit warga untuk menikmati suasana pedesaan, semilir angin, panorama Gunung Arjuno-Welirang, serta matahari terbenam tanpa harus mengandalkan bangunan permanen maupun fasilitas modern.

Kepala Desa (Kades) Randupitu, M. Fuad, menilai inisiatif para pemuda membuktikan bahwa potensi desa dapat dikembangkan melalui ide-ide kreatif tanpa membutuhkan investasi besar.

“Yang paling kami apresiasi bukan hanya gerobak kopinya, tetapi keberanian anak-anak muda untuk bergerak. Mereka melihat potensi yang selama ini biasa saja, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik. Semangat seperti inilah yang harus terus didukung,” ujarnya, Jumat (24/7/2026), sebagaimana diberitakan Tribun Jatim, Sabtu (25/07/2026).

Menurut Fuad, konsep wisata berbasis alam tersebut telah menarik minat masyarakat dari berbagai daerah di sekitar Gempol untuk menikmati suasana persawahan menjelang senja. Keindahan alam menjadi daya tarik utama yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.

“Kami bersyukur mulai banyak masyarakat yang datang. Mereka ingin merasakan suasana ngopi di tengah sawah yang tenang dan berbeda dari suasana perkotaan. Ini menjadi peluang bagi desa untuk terus berkembang,” katanya.

Pemerintah Desa (Pemdes) Randupitu juga berkomitmen mendukung pengembangan kawasan melalui peningkatan akses jalan, penataan lingkungan, dan penyediaan fasilitas pendukung secara bertahap tanpa menghilangkan karakter alami persawahan.

“Kami ingin pengembangannya tetap memperhatikan kearifan lokal. Jangan sampai nuansa alamnya hilang. Justru keaslian desa inilah yang dicari orang,” tuturnya.

Fuad berharap inovasi tersebut mampu memicu lahirnya gagasan kreatif lainnya sehingga Randupitu tidak hanya dikenal sebagai desa pertanian, tetapi juga sebagai destinasi wisata alternatif yang menghadirkan pengalaman menikmati alam pedesaan secara sederhana dan berkesan.

“Harapan kami, Randupitu tidak hanya dikenal sebagai desa pertanian, tetapi juga menjadi destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman menikmati alam pedesaan dengan cara yang sederhana, hangat, dan berkesan,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bantuan Bibit hingga Pemeriksaan Kesehatan Warnai Kunjungan Bupati Karo

PDF 📄KARO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat Kecamatan Kutabuluh melalui …

Ngaben Kinembulan Desa Adat Kubu Berlangsung Lancar hingga Malam Hari

PDF 📄BANGLI – Sebanyak 106 jenazah mengikuti rangkaian Pitra Yadnya Ngaben Kinembulan yang digelar secara …

Lingkungan Bersih dan Warga Kompak, Desa Tumbang Titi Sambut HUT RI

PDF 📄KETAPANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tumbang Titi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang (Ketapang), Kalimantan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *