1.000 Cemara Disiapkan Jadi Ikon Wisata Desa Adat Tista

BULELENG – Gerakan menanam 1.000 pohon cemara lilin disiapkan untuk memperkuat daya tarik wisata di kawasan Desa Adat Tista, Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali. Program penghijauan tersebut digagas Putra Desa Adat Tista sebagai bagian dari upaya membentuk wajah kawasan yang lebih hijau sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis desa.

Penanaman cemara lilin akan dilakukan secara bertahap di sepanjang jalan dan sejumlah titik strategis kawasan. Vegetasi tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga menjadi penanda khas yang memperkuat identitas kawasan wisata Desa Adat Tista.

Penasehat Putra Desa Adat Tista Komang Edyanto atau Mang Galung mengatakan gerakan tersebut diarahkan untuk menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pengembangan potensi wisata.

“Penanaman cemara lilin ini bukan hanya untuk penghijauan, tetapi diharapkan menjadi ikon wajah Desa Tista. Pengembangan wisata desa harus didukung kesadaran masyarakat agar mampu membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan Tribun Bali, Senin (07/09/2026), pengembangan kawasan tersebut turut didukung keberadaan Anjungan Desa Adat Tista yang telah rampung dan diperkenalkan kepada masyarakat pada Sabtu (05/09/2026). Anjungan berada di jalur lintasan Pekutatan–Dapdap Putih–Pupuan yang menawarkan panorama perbukitan, lembah, dan perkebunan.

Kawasan Busungbiu bagian atas juga memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, antara lain jalur tracking, wisata spiritual penglukatan, sumber air suci atau beji, serta kekayaan alam pedesaan.

Bendesa Adat Tista Jro Kadek Asoi mengatakan anjungan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mengangkat potensi pariwisata di wilayah Busungbiu bagian atas.

“Tujuan pembangunan ini untuk mengangkat potensi pariwisata di wilayah Busungbiu atas. Banyak potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari sumber air suci atau beji, jalur tracking dengan panorama perbukitan, perkebunan, hingga keberagaman potensi lima desa adat di kawasan ini,” jelasnya.

Selain mengandalkan potensi alam, pengembangan kawasan juga bertumpu pada keterlibatan masyarakat adat. Putra Desa Adat Tista yang berada di perantauan turut mengambil peran dalam pembangunan anjungan sebagai bentuk kepedulian terhadap desa asal.

Ketua Pengurus Putra Desa Adat Tista I Gede Supariatna mengatakan pembangunan desa adat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

“Membangun desa adat bukan hanya tugas prajuru atau kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab seluruh krama adat. Putra Desa hadir bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bagian dari kekuatan desa adat dengan memberikan gagasan, tenaga, dan pemikiran untuk kemajuan bersama,” ujar Supariatna saat peluncuran Anjungan Desa Adat Tista, Sabtu 5 September 2026.

Keterlibatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat. Anjungan tidak ditargetkan hanya menjadi tempat persinggahan, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan produk lokal, budaya, tradisi, dan aktivitas masyarakat kepada pengunjung.

Kepala Desa Dapdap Putih I Gede Marjaya menilai keterlibatan generasi penerus dalam mengembangkan potensi desa menjadi langkah positif yang dapat ditiru desa adat lainnya.

“Saya merasa bangga dengan gagasan dan pemberdayaan potensi yang digerakkan oleh Putra Desa Adat Tista. Ini menjadi contoh bagi putra desa adat lainnya agar ikut berkontribusi membangun desa kelahirannya,” ungkapnya.

Pengembangan wisata juga diarahkan agar tetap mempertahankan karakter alam dan budaya setempat. Dengan penghijauan serta pemanfaatan potensi alam dan tradisi, kawasan tersebut diharapkan dapat berkembang tanpa menghilangkan identitas masyarakat adat.

Pada tahap berikutnya, pengembangan kawasan berpeluang membuka ruang bagi produk lokal, kegiatan budaya, kreativitas masyarakat, dan aktivitas wisata berbasis desa. Pola tersebut diharapkan memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Atas nama Putra Desa Adat Tista, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh krama adat, krama pengampel, para penglingsir, prajuru desa adat, para donatur, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga Anjungan Desa Adat Tista dapat terwujud,” ujar Jro De Belong. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Abu Vulkanik Tebal Menyebar ke Utara hingga Selatan Cianjur

PDF 📄CIANJUR – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten …

27 Mata Air Dijaga, Kearifan Karang Bajo Dipuji Putri Victoria

PDF 📄LOMBOK UTARA – Kearifan masyarakat Desa Adat Karang Bajo Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa …

Pesawat Latihan Jatuh di Blora, Dua Awak Selamat

PDF 📄BLORA – Dua awak pesawat aerosport jenis fixed-wing Sky Ranger selamat setelah pesawat yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *