Perusahaan Diajak Dampingi Anak Stunting Lewat Program Genting

KUNINGAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan melibatkan perusahaan, badan usaha, organisasi, hingga masyarakat sebagai orang tua asuh bagi anak-anak berisiko stunting. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pendampingan dan pemenuhan gizi bagi keluarga yang membutuhkan.

Langkah tersebut menjadi fokus dalam kegiatan pembinaan Genting tingkat Kabupaten Kuningan yang mempertemukan berbagai unsur pemerintah, sektor swasta, badan usaha, perbankan, dan organisasi masyarakat. Program ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, mengatakan persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, melainkan dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari kemiskinan, pola pengasuhan, sanitasi, hingga ketersediaan air bersih.

“Anak-anak hari ini adalah cermin masa depan Kabupaten Kuningan. Menyelamatkan mereka dari ancaman stunting adalah langkah strategis untuk menyelamatkan bangsa. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang membutuhkan empati, bukan sekadar kebijakan di atas kertas,” ucapnya sebagaimana diberitakan Kabar Kuningan, Jumat (03/07/2026).

Melalui Genting, Pemkab Kuningan mendorong aparatur pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dunia usaha, perbankan, serta organisasi masyarakat untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan.

Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Selain memantau tumbuh kembang anak secara berkala, para orang tua asuh juga diarahkan memberikan dukungan berupa pemenuhan gizi spesifik yang disalurkan langsung kepada keluarga sasaran agar manfaat program dapat dirasakan secara nyata.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Kuningan berharap upaya penanganan stunting tidak hanya mampu menurunkan angka kasus, tetapi juga meningkatkan kualitas generasi masa depan melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kementerian HAM Turunkan 150 Ribu Petugas ke Desa

PDF đź“„TIMIKA – Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyiapkan 150.000 petugas tahap pertama …

HUT ke-81 RI, 5.000 Mangrove Ditanam untuk Selamatkan Pesisir Rote Ndao

PDF đź“„ROTE NDAO – Upaya pemulihan kawasan pesisir di Desa Baadale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa …

Masjid Wapauwe Bertahan 600 Tahun Berkat Aturan Adat

PDF đź“„MALUKU – Masjid Tua Wapauwe di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *