DELI SERDANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Percut melaporkan dugaan pencemaran Sungai Percut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setelah muncul buih putih menyerupai bongkahan salju yang diduga berasal dari limbah pabrik. Fenomena tersebut tidak hanya melintasi Desa Percut, tetapi juga menjangkau Desa Cinta Rakyat dan Desa Pematang Lalang hingga mengancam areal persawahan warga.
Kepala Desa (Kades) Percut, Asyhari Syah, mengatakan pihak desa bersama kepala dusun telah menelusuri sumber dugaan pencemaran hingga ke bendungan sembari menunggu tindak lanjut dari DLH.
“Apakah pabrik sabun atau tidak kita nggak tahu ini. Masyarakat bilang dari pabrik sabun karena menimbulkan buih. Masih diduga itu limbah pabrik,” kata Asyhari kepada Kompas sebagaimana dilansir Kompas, Kamis (02/07/2026).
Menurut Asyhari, buih mulai terlihat sejak Selasa (30/06/2026) pagi dan menyebar mengikuti aliran Sungai Percut. Selain melintasi Desa Percut, buih juga terbawa hingga Desa Cinta Rakyat dan Desa Pematang Lalang.
“Dan harapan masyarakat ini terus ditindaklanjuti agar jangan terjadi lagi buih-buih yang mencemari Desa Percut,” sebutnya.
Ia menjelaskan aliran sungai yang dipenuhi buih sempat mengarah ke saluran irigasi persawahan di Desa Cinta Rakyat. Untuk mencegah dampak lebih luas terhadap lahan pertanian, petugas menutup sementara aliran irigasi.
“Kalau sawah ada di Cinta Rakyat, desa sebelah. Kan di situ ada air sungai juga, dari situlah awal irigasi persawahan. Tapi setelah sawah berbuih seperti itu, aliran irigasi ditutup petugas. Karena khawatir nanti mungkin merambat sampai ke sawah-sawah yang lainnya,” sebut Asyahari.
Fenomena tersebut juga menjadi perhatian masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada Sungai Percut. Selain menjadi jalur utama nelayan tradisional menuju Selat Malaka, sungai itu dimanfaatkan warga untuk mencuci kapal, menangkap ikan, hingga mendukung kawasan wisata kuliner dan hutan bakau.
Salah seorang warga, Zainal Abidin, mengaku terkejut melihat sungai dipenuhi gumpalan buih saat hendak menuju kapalnya.
“Macam salju buihnya ini semalam. Ada sampah di sini, di situlah dia bertumpuk-tumpuk, lama-lama habis karena air pasang,” kata Zainal.
Ia menyebut buih mulai muncul sekitar pukul 03.00 WIB dan baru hilang sekitar pukul 11.00 WIB.
“Cerita-cerita orang itu, buih ini dari limbah. Tapi kita nggak tahu di mana pabriknya. Di seluruh dusun desa ini kena,” sebut Zainal.
Pemdes Percut berharap hasil investigasi DLH segera mengungkap penyebab pasti munculnya buih tersebut sehingga pencemaran serupa tidak kembali terjadi dan aktivitas masyarakat maupun sektor pertanian dapat berjalan normal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara