PURWOREJO – Pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berhasil mengubah pola pertanian warga. Jika sebelumnya petani harus mengeluarkan biaya hingga Rp80 juta setiap musim tanam dan hanya mampu menanam padi satu hingga dua kali setahun, kini mereka dapat melakukan panen hingga tiga kali setahun dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah.
Transformasi tersebut terjadi setelah Pemerintah Desa (Pemdes) Krandegan membangun sistem irigasi berbasis energi surya sejak 2022. Program itu didukung bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, dana desa, program tanggung jawab sosial perusahaan, serta investasi swasta untuk mengatasi keterbatasan air dan tingginya biaya penggunaan pompa berbahan bakar diesel.
Kepala Desa (Kades) Krandegan Dwinanto mengatakan wilayah pertanian seluas sekitar 70 hektare sebelumnya merupakan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Kami dulu mengairi sawah dengan pompa berbahan bakar solar. Biayanya sangat besar dan hasilnya tidak maksimal,” kata Dwinanto saat ditemui, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, sebelum menggunakan teknologi tenaga surya, petani harus mengalokasikan sekitar Rp50 juta untuk pembelian bahan bakar dan Rp30 juta untuk biaya perawatan serta tenaga kerja dalam satu musim tanam.
“Dulu beli BBM solar saja semalam habis Rp 500 ribu, dalam sekali musim panen bisa puluhan juta, Mas,” kata Dwinanto.
Ia menjelaskan pembangunan PATS tidak hanya bertujuan mengurangi biaya produksi pertanian, tetapi juga menjadi langkah transisi menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami berpikir bagaimana mengubah energi fosil menjadi energi yang lebih ramah lingkungan dan lebih ekonomis,” ujarnya.
Keberadaan panel surya yang menggerakkan pompa irigasi kini mampu mengalirkan air secara berkelanjutan ke lahan pertanian warga. Dampaknya, produktivitas pertanian meningkat dan petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan.
Keberhasilan tersebut menjadi contoh penerapan energi terbarukan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Selain meningkatkan hasil pertanian, sistem tersebut juga menekan biaya produksi sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.
Penerapan teknologi energi bersih di sektor pertanian Desa Krandegan juga menunjukkan bahwa inovasi berbasis kebutuhan masyarakat dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani, sebagaimana diwartakan Kompas, Rabu (10/06/2026). Dengan dukungan pengelolaan yang berkelanjutan, sistem serupa berpotensi diterapkan di wilayah lain yang menghadapi tantangan irigasi dan tingginya biaya produksi pertanian. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara