NGAWI – Tradisi tahunan Bersih Dusun di Desa Dinden, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, tidak hanya menjadi ajang syukuran warga, tetapi juga berubah menjadi ruang penguatan solidaritas sosial sekaligus pelestarian budaya leluhur yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat di tiga dusun.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (02/06/2026) ini dipusatkan di tiga dusun di Desa Dinden dan diikuti oleh warga, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Rangkaian acara dimulai sejak pagi melalui genduren atau doa bersama di punden desa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan ungkapan syukur atas keselamatan serta keberkahan warga selama satu tahun terakhir.
Pada siang hari, suasana semakin meriah dengan penampilan tari Gambyong di wilayah Kasun 2 yang disambut antusias masyarakat. Sementara pada malam hari, giliran Kasun 3 menjadi pusat perhatian melalui pagelaran Wayang Tengul yang sarat nilai moral dan pesan kehidupan. Kesenian tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda di Desa Dinden.
Kepala Desa (Kades) Dinden, Gulit Danan Prasetyo Utomo, menyampaikan bahwa kegiatan Bersih Dusun merupakan agenda rutin desa yang sarat makna kebersamaan dan spiritualitas masyarakat. “Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” sebagaimana dilansir Sumber Berita, Selasa (02/06/2026).
Ia menegaskan bahwa tradisi tersebut tidak hanya dipandang sebagai ritual tahunan, melainkan juga sebagai identitas sosial budaya masyarakat Desa Dinden yang perlu dijaga di tengah perkembangan zaman. Pemerintah desa bersama warga berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak kehilangan akar tradisi.
Dengan rangkaian acara yang berjalan lancar, aman, dan penuh kebersamaan, masyarakat berharap Bersih Dusun dapat terus dilestarikan sebagai agenda rutin desa yang memperkuat persatuan warga sekaligus menjaga warisan budaya lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara