Menelusuri Goa Berlapis Bulungan, Kawasan Bersejarah dengan 22 Goa

BULUNGAN Potensi wisata sejarah dan alam di Desa Baratan, Kabupaten Bulungan (Bulungan), Kalimantan Utara (Kaltara), kembali menjadi sorotan. Kawasan Goa Berlapis yang merupakan warisan sejak masa Kesultanan Bulungan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan karena menyimpan sekitar 22 goa, habitat burung walet, serta jejak sejarah yang masih terjaga.

Kawasan yang berada di Desa Baratan tersebut tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menyimpan nilai historis yang berkaitan erat dengan perjalanan Kesultanan Bulungan. Selain menjadi habitat burung walet, kawasan itu sejak dahulu dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghidupan melalui hasil hutan dan sumber daya alam lainnya.

Pemilik kawasan Goa Berlapis, Mochtar, mengatakan wilayah tersebut merupakan aset warisan keluarga yang telah ada sejak era Kesultanan Bulungan dan beralih kepemilikan kepadanya pada 2009.

“Ini sudah dimiliki turun-temurun sejak zaman Kesultanan Bulungan. Pada tahun 2009 kawasan ini beralih kepada saya,” ujarnya sebagaimana dilansir Tribun Kaltara, Selasa, (02/06/2026).

Menurutnya, kawasan goa memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sejak masa lampau. Hasil sarang burung walet menjadi salah satu komoditas utama yang menopang ekonomi warga setempat.

“Tempat ini dulunya merupakan kawasan yang dimanfaatkan masyarakat atas arahan Kesultanan Bulungan untuk mencari hidup. Yang paling terkenal tentu sarang burung waletnya,” kata Mochtar.

Ia menuturkan populasi walet pada masa lalu jauh lebih melimpah karena pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara lebih terukur.

“Kalau dulu sarang burung tidak ada habis-habisnya karena orang dulu tidak serakah. Sekarang banyak yang diambil sebelum waktunya sehingga lama-kelamaan berkurang,” ujarnya.

Selain nilai sejarah dan ekonomi, Goa Berlapis juga memiliki keunikan geologi. Mochtar menyebut terdapat sekitar 22 goa yang tersebar di kawasan tersebut, dengan enam hingga tujuh goa berada tidak jauh dari lokasi utama Goa Berlapis.

“Di daerah sini saja ada sekitar 22 Goa. Yang dekat dengan Goa Berlapis ada sekitar enam sampai tujuh goa,” ungkapnya.

Keunikan lainnya adalah adanya jalur alami bawah tanah yang menghubungkan sejumlah goa di kawasan tersebut.

“Goa Berlapis ini bisa tembus ke goa lain. Ada jalur di dalam yang menghubungkan beberapa goa di kawasan ini,” katanya.

Keberadaan jaringan goa tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, peneliti, maupun pecinta petualangan yang ingin mengeksplorasi kekayaan sejarah dan alam Kaltara.

Meski sempat direncanakan menjadi destinasi wisata sejak 2010, pengembangan kawasan tersebut hingga kini belum berjalan optimal. Padahal, perpaduan antara warisan Kesultanan Bulungan, keanekaragaman hayati, serta bentang alam yang masih alami menjadi modal penting bagi pengembangan sektor pariwisata daerah.

Mochtar berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan tanpa mengesampingkan aspek pelestarian sejarah dan lingkungan.

“Kita berharap ada dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga sekaligus mengembangkan kawasan tersebut agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya,” tandasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Ritel Modern Dibatasi, Warung Kecil di Karawang Dapat Ruang Tumbuh

PDF 📄KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memperketat pembatasan izin ritel modern yang akan beroperasi …

Cegah Banjir dan Penyakit, Pemdes Serdang Kulon Awasi Titik Rawan Sampah

PDF 📄KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, memperketat pengawasan di sejumlah …

Legok Waspadai Dampak Sampah terhadap Banjir dan Kesehatan

PDF 📄KABUPATEN TANGERANG – Upaya penanganan sampah liar di wilayah Kecamatan Legok terus diperkuat melalui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *