Sekda Subang Ajak Warga Jaga Sungai Lewat Gerakan Run For River

SUBANG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang mendorong penguatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah melalui kegiatan Run For River yang digelar di Dusun Susukan Hilir, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara. Kegiatan yang melibatkan organisasi lingkungan Sungai Watch Indonesia itu menjadi bagian dari kampanye menjaga kebersihan sungai sekaligus mengurangi pencemaran akibat sampah di aliran air.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Asep Nuroni, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. Menurutnya, kebersihan sungai memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan sektor pertanian, perikanan, dan kualitas lingkungan di daerah.

“Ini kegiatan yang sangat mulia, tentu guna mengedukasi masyarakat,” ujar Asep, sebagaimana diberitakan Rbo pada Selasa, (19/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (18/5/2026) itu diselenggarakan oleh Sungai Watch Indonesia, organisasi nirlaba yang fokus pada perlindungan dan pembersihan sungai dari sampah plastik. Program tersebut merupakan bagian dari perjalanan kampanye pengelolaan sampah yang dilakukan dari Bali hingga Jakarta.

Asep mengapresiasi inisiatif yang dilakukan organisasi tersebut karena dinilai mampu membangun kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

“Ini dedikasi yang luar biasa yang perlu diteladani,” katanya.

Ia menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Sungai adalah urat nadi kehidupan,” tegasnya.

Menurut Asep, pelestarian sungai harus dilakukan secara berkelanjutan mulai dari wilayah hulu hingga hilir dengan melibatkan pemerintah, komunitas, dan warga. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam mengelola sampah serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Mari kita lanjutkan, mari kita wariskan hal-hal kebaikan kepada generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pendiri (Founder) Sungai Watch Indonesia, Gary Bencheghib, mengatakan persoalan sampah merupakan tantangan yang dihadapi hampir seluruh daerah di Indonesia sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk mengatasinya.

“Masalah sampah bukan di satu daerah, tapi semua daerah,” ujarnya.

Gary menjelaskan pemilihan lokasi di Dusun Susukan Hilir menjadi contoh bahwa saluran irigasi berukuran kecil sekalipun berpotensi dipenuhi sampah apabila kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah masih rendah.

“Semoga Subang ke depannya jauh lebih bersih,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Subang, Pemerintah Desa (Pemdes) Jati, serta masyarakat setempat. Diharapkan gerakan serupa dapat terus diperluas untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kementerian HAM Turunkan 150 Ribu Petugas ke Desa

PDF đź“„TIMIKA – Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyiapkan 150.000 petugas tahap pertama …

HUT ke-81 RI, 5.000 Mangrove Ditanam untuk Selamatkan Pesisir Rote Ndao

PDF đź“„ROTE NDAO – Upaya pemulihan kawasan pesisir di Desa Baadale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa …

Masjid Wapauwe Bertahan 600 Tahun Berkat Aturan Adat

PDF đź“„MALUKU – Masjid Tua Wapauwe di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *