Sapi Bima Seta Asal Klaten Jadi Sorotan Jelang Iduladha 2026

KLATEN – Peternak asal Desa Dompyongan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten (Klaten), berhasil membesarkan sapi peranakan ongole (PO) berbobot hampir satu ton yang terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto pada Iduladha 2026. Sapi bernama Bima Seta itu dipelihara dengan pola perawatan rutin tanpa pakan khusus, namun mengutamakan kualitas bibit dan kedisiplinan pemeliharaan.

Sapi milik Lingga Praditya bersama keluarganya tersebut memiliki bobot mencapai 977 kilogram (kg) berdasarkan penimbangan terakhir. Hingga mendekati Iduladha, berat sapi diperkirakan masih bertambah sekitar 20 kg.

Ayah Lingga, Sugeng, mengatakan keberhasilan membesarkan sapi jumbo bergantung pada pemilihan bibit unggul sejak awal. Bima Seta dibeli saat masih anakan dari peternak di Kabupaten Kebumen beberapa tahun lalu.

“Tipsnya yang jelas itu pemilihan bibit yang bagus. Kemudian pemeliharaannya juga harus maksimal. Kerap dimandikan satu atau dua pekan sekali,” ungkap Sugeng sebagaimana diberitakan Solopos, Sabtu (16/05/2026).

Menurut Sugeng, tidak ada perlakuan khusus dalam pemberian pakan. Sapi hanya diberi pakan umum berupa hijauan, singkong, dedak, dan pakan ternak lain dengan frekuensi dua kali sehari. Untuk kebutuhan pakan satu ekor sapi, keluarga tersebut mengeluarkan biaya sekitar Rp70.000 per hari.

Lingga menambahkan ketelatenan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan sapi PO agar tetap sehat dan memiliki ukuran besar. Ia mengaku rutin berinteraksi dengan ternak setiap hari agar hewan lebih jinak dan mudah dirawat.

“Ya dirawat setiap hari, sering dipegang. Yang jelas setiap hari berinteraksi,” jelas Lingga.

Selain dipelihara untuk kebutuhan kurban, sapi PO di kandang milik keluarga Lingga juga dimanfaatkan membantu aktivitas pertanian warga seperti menarik gerobak dan membajak sawah. Menurut Lingga, sapi perlu dilatih secara rutin agar terbiasa melakukan pekerjaan tersebut.

“Kalau itu sering-sering dilatih. Di sini ini kebetulan masih banyak sapi yang digunakan untuk membantu menarik gerobak dan membajak sawah,” kata Lingga.

Saat ini keluarga Lingga mengelola dua kandang berbeda, yakni kandang pembiakan dan kandang pemeliharaan. Untuk kandang pemeliharaan, jumlah sapi yang dirawat mencapai sekitar 16 ekor.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan sebelumnya terdapat dua sapi yang diusulkan sebagai hewan kurban bantuan presiden. Namun, sapi asal Jogonalan dipilih karena memiliki bobot paling berat.

“Kemarin ada dua yang diajukan masing-masing seberat 850 kg dan 930 kg. Kemudian dipilih satu yang terberat yakni yang dari Jogonalan itu,” kata Iwan.

Rencananya, sapi bantuan Presiden Prabowo akan disembelih di Masjid Raya Klaten saat Iduladha mendatang. DKPP Klaten juga terus melakukan pemantauan kesehatan secara berkala untuk memastikan kondisi sapi tetap prima hingga hari penyembelihan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Pesisir Jadi Fokus, Pemerintah Bangun 1.269 Kampung Nelayan Modern

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai daerah …

Lebak Masih Miliki 2.539 Hektare Permukiman Kumuh di 128 Desa

PDF 📄LEBAK – Sebanyak 2.539 hektare kawasan permukiman kumuh masih tersebar di 128 desa dan …

Infrastruktur Desa Semata Menguat, Jembatan Merah Putih Siap Dongkrak Ekonomi Warga

PDF 📄SAMBAS – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *