SERANG – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) diterjunkan ke Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, melalui program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk menggali potensi desa, mulai dari sektor pariwisata, lingkungan hidup, hingga penguatan pertanian berkelanjutan yang berbasis masyarakat lokal.
Program pengabdian tersebut difokuskan di Desa Ciwarna dan Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, yang dinilai memiliki potensi besar namun masih membutuhkan penguatan pada aspek pengelolaan wisata dan mitigasi lingkungan, terutama karena wilayah tersebut juga memiliki kerentanan terhadap bencana longsor.
“Rombongan mahasiswa UGM akan melakukan pengabdian masyarakat di Kecamatan Mancak, tepatnya di Desa Ciwarna dan Sangiang,” ujar Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah sebagaimana diberitakan Antara, Friday, (08/05/2026).
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat proses pembangunan desa, terutama dalam mendorong Desa Ciwarna yang saat ini tengah bertransformasi dari kategori tertinggal menuju desa berkembang. Menurutnya, keterlibatan akademisi muda menjadi salah satu bentuk intervensi positif bagi percepatan pembangunan berbasis potensi lokal.
Para mahasiswa yang akan menjalankan program selama 50 hari mulai 20 Juni 2026 tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu, yakni sains dan teknologi, sosial humaniora, bidang medika, serta agro. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan desa secara lebih komprehensif.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Sudaryatno, menyebutkan bahwa salah satu fokus utama program adalah pengembangan potensi wisata lokal, termasuk kawasan Bukit Cariang yang dinilai memiliki daya tarik alam yang kuat dan berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Serang.
“Kita akan jadikan suatu fenomena yang menarik. Mahasiswa akan memanfaatkan spot-spot tersebut untuk diviralkan lewat media sosial, bahwa ada potensi luar biasa di Kabupaten Serang yang tidak kalah dengan Lembang,” kata Sudaryatno.
Selain sektor pariwisata, mahasiswa juga akan melakukan pemetaan wilayah rawan longsor sebagai bagian dari mitigasi bencana serta mendampingi warga dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan. Salah satu program yang dirancang adalah pemanfaatan limbah organik dan kotoran ternak menjadi pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa UGM diharapkan menjadi katalis perubahan bagi desa-desa di Kecamatan Mancak dalam mengoptimalkan potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara