BOJONEGORO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengajak masyarakat mempertahankan budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial di tengah perkembangan era digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (07/05/2026).
Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Budi Raharjo mengatakan budaya gotong royong harus terus dijaga karena menjadi identitas masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan.
“Di era digital saat ini, menjadi tantangan untuk bagaimana mempertahankan dan memperkuat ketahanan gotong royong yang sudah menjadi ciri Bangsa Indonesia, terutama di Jawa Timur,” kata Budi Raharjo.
Menurutnya, kegiatan BBGRM 2026 dilaksanakan di 13 kabupaten dan dua kota di Jatim dengan puncak acara digelar di Bojonegoro. Program tersebut bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat dan mendorong sinergi pemerintah bersama berbagai pihak dalam menjaga tradisi kebersamaan.
“Kegiatan ini untuk memperkuat semangat, mendorong swadaya masyarakat dan pemerintah bersama pihak terkait untuk menjaga dan mempertahankan gotong royong dengan kondisi yang ada,” ujarnya.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54 Kabupaten Bojonegoro itu juga menjadi upaya menguatkan tiga pilar utama kehidupan masyarakat, yakni gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat.
“Ketiganya masih dilaksanakan di desa, termasuk aktualisasi ini menunjukkan bulan bhakti gotong royong dan meyakini di Bojonegoro bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menilai semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah dan peningkatan kepedulian sosial masyarakat.
“Masyarakat harus semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian. Bojonegoro menjadi tuan rumah BBGRM harus mampu memberikan manfaat terbaik buat masyarakat Bojonegoro dan mentransformasi masyarakat pada 2045 mendatang,” katanya.
Peringatan BBGRM XXIII tersebut sebagaimana diberitakan Antara, Kamis (07/05/2026), diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan sekaligus menjaga budaya gotong royong agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara