TAKALAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar mulai mengarahkan tradisi adat A’Lammang sebagai penggerak ekonomi lokal dengan menyiapkan strategi pemasaran hingga ke bandara, menyusul tingginya antusiasme masyarakat dalam pesta rakyat yang digelar di Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Jumat (1/5/2026).
Pesta adat tahunan tersebut tidak hanya menjadi bentuk syukur atas hasil panen, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum promosi kuliner khas daerah, yakni Lammang, yang dinilai berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional.
Bupati Takalar menyatakan, tradisi A’Lammang memiliki nilai strategis karena menggabungkan aspek budaya dan ekonomi masyarakat desa. “Pesta rakyat adat A’Lammang ini adalah wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang telah diberikan oleh Allah SWT,” ujarnya, sebagaimana dilansir Patrolmedia, Senin (04/05/2026).
Ia menambahkan, pengembangan Lammang sebagai produk unggulan daerah tengah disiapkan secara serius oleh Pemkab Takalar. “Lammang ini kita harapkan bisa menjadi ikon kuliner baru Kabupaten Takalar, seperti halnya jagung dan telur ikan terbang yang sudah lebih dulu dikenal,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, pemerintah daerah merancang strategi distribusi yang lebih modern, termasuk penyediaan stan penjualan di bandara. “Kita akan siapkan stand atau booth di bandara agar wisatawan bisa dengan mudah membeli Lammang sebagai buah tangan,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Takalar juga merencanakan pembangunan pusat oleh-oleh khas daerah bernama Balla Lammang sebagai upaya memperkuat identitas kuliner lokal. Peningkatan kualitas kemasan produk juga menjadi perhatian agar lebih tahan lama dan layak dibawa dalam perjalanan udara.
Kegiatan pesta rakyat ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, Camat Galesong Utara, serta Kadis Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Tenaga Kerja dan Transmigrasi Takalar.
Partisipasi masyarakat terlihat tinggi, dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti pertunjukan seni dan tarian empat etnis yang melibatkan Karang Taruna Desa Lantang. Warga juga memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat hubungan sosial sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi berbasis desa.
Salah satu warga, Basri Tuka (31), menyambut baik dukungan pemerintah terhadap tradisi tersebut. “Kami sangat bersyukur karena pemerintah hadir langsung dan mendukung kegiatan adat seperti ini, apalagi kalau Lammang bisa dikenal luas tentu berdampak pada ekonomi masyarakat,” katanya.
Ke depan, sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi desa diharapkan mampu menjadikan tradisi A’Lammang sebagai ikon daerah sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara