BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mulai mengarahkan Desa Jipang, Kecamatan Karanglewas, sebagai calon desa wisata berbasis konsep slow living setelah dilakukan pemetaan potensi wilayah yang mencakup aspek alam, ekonomi, hingga sosial budaya.
Pemetaan tersebut disosialisasikan kepada masyarakat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyumas dalam kegiatan yang digelar baru-baru ini sebagai langkah awal perencanaan pengembangan destinasi wisata alternatif di wilayah tersebut.
Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Tundjung Linggarwati, menjelaskan bahwa Desa Jipang memiliki karakteristik geografis yang mendukung konsep wisata berbasis ketenangan karena lokasinya berada di kawasan peralihan desa dan kota atau peri-urban tourism.
“Pemetaan ini bertujuan menyediakan data komprehensif mengenai potensi desa yang meliputi aspek geografis, demografis, ekonomi, sosial budaya, hingga religi. Data tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan sekaligus membuka peluang investasi di sektor pariwisata,” kata Tundjung, sebagaimana dilansir Suara Merdeka Banyumas, Senin (04/05/2026).
Ia menambahkan, hasil observasi lapangan, wawancara, serta forum group discussion (FGD) menunjukkan bahwa sekitar 78 persen wilayah Desa Jipang didominasi lahan persawahan produktif, didukung keberadaan Sungai Cangkok dan Sungai Logawa yang memperkuat daya tarik lanskap alami.
Selain potensi alam, sektor ekonomi lokal juga dinilai siap menopang pengembangan wisata. Tercatat lebih dari 40 kolam ikan air tawar dengan produktivitas rata-rata 100 kilogram per panen, serta sedikitnya 88 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didominasi sektor kuliner, termasuk makanan khas “Sidang” (isi gedang).
Potensi wisata religi turut melengkapi pengembangan desa wisata ini, dengan keberadaan makam Mbah Agung Ciliwet yang menjadi tujuan ziarah masyarakat, khususnya saat peringatan haul pada bulan Muharram yang mampu menarik ratusan pengunjung.
Dari sisi sumber daya manusia, sekitar 45 persen penduduk berada pada usia produktif, yang dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
“Melalui pemetaan ini, Desa Jipang direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai desa wisata dengan konsep “slow living” yang mengedepankan ketenangan, kearifan lokal, serta interaksi langsung dengan kehidupan masyarakat desa,” tambahnya.
Dengan berbagai potensi tersebut, Desa Jipang diharapkan mampu menjadi alternatif destinasi wisata baru di Banyumas yang tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara