DENPASAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menyiapkan penambahan mesin pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu guna meningkatkan kapasitas penanganan sampah hingga ratusan ton per hari, sekaligus mengantisipasi penolakan warga melalui sosialisasi intensif yang melibatkan Desa Adat Kesiman.
Langkah ini dilakukan setelah uji coba mesin serupa di TPST Tahura Ngurah Rai dinilai berhasil. Pemkot Denpasar menargetkan mesin baru tersebut mulai diuji coba pada Juni 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat pengolahan sampah di wilayah perkotaan.
Bendesa Adat Kesiman, Jro I Ketut Wisna, menyatakan pihaknya turut aktif membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat di tingkat banjar.
“Rencananya akan ada mesin baru masuk ke TPST di bulan Juni untuk menangani sampah-sampah terutama di Kota Denpasar ini kurang lebih antara 100 sampai 200 ton per hari. Kami sudah sosialisasi bagaimana aktivasi pengolahan sampah tersebut ke warga sekitar,” kata Jro Wisna.
Ia menambahkan, dukungan desa adat tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga kesiapan membantu pengamanan melalui pecalang apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan di lapangan.
“Dari desa adat, apa yang memang diperlukan pemerintah khususnya Kota Denpasar, kami senantiasa selalu siap untuk membantu kondisi di lapangan,” paparnya.
Menurutnya, penolakan yang sempat terjadi sebelumnya dipicu oleh sistem pengolahan lama yang dinilai bermasalah. Kini, teknologi yang akan digunakan merupakan mesin baru dengan proses yang lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan, pencacahan hingga pengolahan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
“Nah, ini di bulan Juni ini mesinnya mesin baru akan datang lagi, dari pemilahan, pencacahan, kemudian prosesnya mungkin jadi RDF seperti itu. Nah, itu sudah kami sosialisasikan kurang lebih sebulan yang lalu bagaimana beroperasinya kembali,” imbuhnya.
Pemkot Denpasar bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar juga telah turun langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini, sebanyak 32 banjar di wilayah Desa Adat Kesiman disebut telah memahami mekanisme pengolahan sampah terbaru tersebut.
Adapun saat ini TPST Kesiman Kertalangu mampu mengolah sekitar 30 ton sampah organik per hari. Kapasitas tersebut ditargetkan meningkat signifikan seiring operasional mesin baru, sehingga dapat membantu mengurangi beban sampah kota sembari menunggu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) rampung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara