Petani Bangka Selatan Gunakan Drone untuk Pupuk dan Semprot

BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan mulai mempercepat modernisasi sektor pertanian dengan menyalurkan tiga unit drone kepada petani di sejumlah desa sentra produksi pangan, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, khususnya padi.

Bantuan drone tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dan didistribusikan melalui brigade pangan agar dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh petani. Setiap unit memiliki nilai sekitar Rp300 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp900 juta.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan bahwa distribusi bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan wilayah serta kesiapan operator di lapangan. “Alhamdulillah kami telah melakukan pembagian bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian sebanyak tiga unit drone dengan harga sekitar Rp300 juta per unit,” ujarnya.

Dua unit drone ditempatkan di Desa Rias, Kecamatan Toboali, sementara satu unit lainnya dialokasikan untuk Kecamatan Pulau Besar yang mencakup Desa Batu Betumpang. Penempatan ini disesuaikan dengan potensi lahan dan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

Pemanfaatan teknologi drone ini difokuskan untuk mendukung proses pemupukan dan penyemprotan tanaman, yang dinilai lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Selain menghemat waktu dan tenaga, teknologi ini juga mampu meningkatkan akurasi distribusi pupuk dan pestisida.

“Selain itu, teknologi ini juga mampu meningkatkan akurasi distribusi pupuk dan pestisida,” ujar Risvandika.

Untuk memastikan penggunaan optimal, pengelolaan drone diserahkan kepada brigade pangan yang bertugas melayani kebutuhan petani secara luas. Skema ini dipilih mengingat jumlah unit yang masih terbatas sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bersama.

Pemkab Bangka Selatan juga telah menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan intensif bagi operator. Para operator telah mengikuti pelatihan selama tujuh hari di Tangerang dan saat ini tengah melakukan uji coba lapangan untuk meningkatkan keterampilan.

Ke depan, Pemkab Bangka Selatan berencana menyusun mekanisme penggunaan drone melalui koordinasi dengan kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) guna memastikan pemanfaatan teknologi berjalan tertib dan merata.

“Kita akan rapat bersama pengurus, kelompok tani maupun Gapoktan untuk mengatur tata cara penggunaan alat tersebut,” pungkas Risvandika.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi di desa serta meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Internet Masuk Desa, Pelayanan Publik dan Ekonomi Ikut Terdorong

PDF đź“„PARIGI MOUTONG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai mengakselerasi penghapusan wilayah tanpa …

Kurang TPS 3R, Masalah Sampah Desa Pasuruan Kian Kompleks

PDF đź“„PASURUAN – Pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat desa di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, …

Ketidakpastian BPD Gorontalo, Desakan Mundur Pengurus Menguat

PDF đź“„GORONTALO – Polemik keterlambatan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait perpanjangan masa jabatan Badan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *