11 Desa di Magelang Terdampak Hujan Abu Merapi, Petani Bergerak Cepat

MAGELANG – Sebanyak 11 desa di Kabupaten Magelang terdampak hujan abu vulkanik akibat luncuran awan panas guguran Gunung Merapi pada Senin malam (13/4/2026), memaksa warga, khususnya petani, melakukan langkah cepat untuk menyelamatkan tanaman dan ternak mereka.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, awan panas guguran terjadi sekitar pukul 19.56 WIB dengan jarak luncur diperkirakan mencapai 2.000 meter, mengarah ke hulu Sungai Boyong dan Sungai Krasak.

Dampak hujan abu dilaporkan terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Dukun dan Kecamatan Sawangan. Di Kecamatan Dukun, desa yang terdampak meliputi Desa Paten, Sengi, Krinjing, Mangunsoko, Sumber, dan Sewukan. Sementara di Kecamatan Sawangan mencakup Desa Kapuhan, Ketep, Wonolelo, Gantang, dan Krogowanan.

Seorang warga Desa Sengi, Wawan HS, menyampaikan bahwa hujan abu di wilayahnya berlangsung hingga menjelang tengah malam. “Di sini abu tipis. Hujan abu baru berhenti sekitar jam 23.00 WIB,” ujarnya saat dihubungi.

Wawan yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sengi menjelaskan bahwa fenomena hujan abu tipis merupakan kejadian yang kerap dialami warga ketika aktivitas Gunung Merapi meningkat. Meski demikian, ia menilai kondisi saat ini tidak separah erupsi besar pada 2023 lalu.

Aktivitas masyarakat di desa terdampak dilaporkan tetap berjalan, namun petani harus bekerja lebih keras untuk menjaga tanaman mereka dari dampak abu vulkanik. “Bagi mereka yang mempunyai tanaman pertanian biasanya akan membersihkan dedaunannya dari abu agar tidak mati,” ucapnya.

Selain tanaman, perhatian juga diberikan pada sektor peternakan. Warga berupaya membersihkan pakan ternak dari abu vulkanik guna mencegah gangguan kesehatan pada hewan.

Hingga saat ini, pihak BPBD Kabupaten Magelang belum memberikan keterangan lanjutan terkait langkah penanganan terbaru di wilayah terdampak.

Kondisi ini menunjukkan perlunya kesiapsiagaan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan rawan bencana, terutama dalam menjaga ketahanan sektor pertanian dan peternakan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Merapi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Sumur Bor Disiapkan di Desa Lingo Lango, Warga dan Satgas TMMD Bersatu

PDF 📄SUMBA BARAT – Upaya memperluas akses air bersih di Desa Lingo Lango, Kecamatan Tanarighu, …

Pembangunan Desa Gerongan 2027 Mulai Dirumuskan Lewat Musyawarah

PDF 📄PASURUAN – Pemerintah Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, mulai merumuskan prioritas pembangunan untuk …

Patroli di Desa Labasiano, Polisi Ingatkan Warga Waspadai Karhutla

PDF 📄BANGGAI KEPULAUAN – Keamanan lingkungan dan keselamatan berlalu lintas menjadi perhatian dalam patroli dialogis …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *