JEPARA – Seorang tunawisma bernama Ahmad Nasro ditemukan meninggal dunia di gedung Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Desa Semat, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Kamis (28/5/2026) pagi. Korban diduga telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan warga.
Penemuan jenazah bermula saat warga mencurigai korban yang sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas di sekitar lingkungan desa. Warga kemudian memeriksa gedung STBM yang selama ini ditempati korban dan menemukan Ahmad dalam kondisi telungkup di lantai dua bangunan.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tahunan Ngadiyono mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan warga terkait penemuan mayat di gedung STBM Desa Semat.
“Korban atas nama Ahmad Nasro, usia 65 tahun. Asal Semarang yang selama ini bekerja serabutan,” kata Ngadiyono, sebagaimana dilansir Joglo Jateng, Jumat (29/05/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memperkirakan korban telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan.
“Terakhir Selasa (26/5/2026) masih terlihat, kemungkinan meninggal sudah sekitar dua hari. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelasnya.
Kondisi korban saat ditemukan telah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Tubuh korban juga tampak membengkak dan membiru.
Petinggi Desa Semat Ali Suwarno mengungkapkan korban sudah sekitar 10 tahun tinggal di gedung STBM tersebut. Selama hidup di Desa Semat, Ahmad dikenal sebagai pekerja serabutan yang membantu membersihkan kawasan wisata dan lingkungan pantai di sejumlah wilayah desa sekitar.
“Beliau sehari-hari bersih-bersih di tiga desa. Tidurnya memang di gedung STBM itu,” ujarnya.
Ali mengatakan korban dikenal ramah dan aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar meski hidup seorang diri jauh dari keluarganya.
Sementara itu, saksi pertama yang menemukan korban, Ali Maskuri, mengaku mulai curiga karena Ahmad tidak lagi terlihat berkumpul bersama warga dalam beberapa hari terakhir.
“Biasanya ke mana-mana bareng jemaah, beberapa hari nggak kelihatan, terakhir Senin (25/5/2026) masih ada di lokasi ini,” katanya.
Karena merasa khawatir, saksi kemudian memeriksa gedung STBM dan mendapati sepeda ontel milik korban masih berada di bawah bangunan dengan pintu ruangan terkunci dari dalam.
“Saya dobrak pintunya. Pas dibuka sudah bau menyengat, kondisinya telungkup seperti sujud dan tubuhnya sudah bengkak,” ungkapnya.
Usai proses identifikasi dan pemeriksaan lokasi kejadian, aparat kepolisian menghubungi pihak keluarga korban. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga Desa Semat sekaligus pengingat pentingnya kepedulian sosial terhadap warga yang hidup sebatang kara di lingkungan desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara