NGANJUK – Tradisi Soyo yang diwariskan secara turun-temurun masih bertahan di Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten (Kab) Nganjuk. Tradisi memindahkan rumah secara gotong royong tersebut terus dijaga masyarakat sebagai simbol kebersamaan di tengah semakin dominannya bangunan permanen yang membuat praktik serupa kian jarang dilakukan.
Puluhan warga Desa Ngangkatan secara sukarela bergotong royong memindahkan rumah berbahan kayu milik warga ke lokasi baru. Dengan mengandalkan tenaga bersama, kerangka rumah diangkat dan dipindahkan secara perlahan melewati jalan desa menuju tempat yang telah ditentukan.
Kepala Desa (Kades) Ngangkatan, Lasto Utomo, mengatakan tradisi tersebut lahir dari semangat kebersamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat desa. Menurutnya, warga yang terlibat tidak mengharapkan imbalan dalam proses pemindahan rumah tersebut.
“Mereka membantu tanpa dibayar. Kendati begitu, umumnya, tuan rumah menyiapkan makanan untuk warga yang bergotong-royong,” katanya, sebagaimana diwartakan Surya, Jumat (29/05/2026).
Tradisi Soyo terakhir dilakukan saat masyarakat membantu memindahkan rumah milik Darsono, warga Dusun Jentir, Desa Ngangkatan, pada April 2026. Rumah berukuran 10 meter x 6 meter tersebut dipindahkan secara bersama-sama oleh warga desa dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Yang ikut membantu proses pemindahan rumah, mulai warga, perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas,” ucapnya.
Menurut Lasto, tradisi Soyo kini semakin jarang ditemui karena sebagian besar rumah warga telah beralih menggunakan konstruksi permanen berbahan batu bata dan cor semen yang tidak memungkinkan dipindahkan secara utuh seperti rumah kayu.
“Mayoritas rumah warga saat ini sudah dibangun menggunakan batu bata dan cor semen. Karenanya tak memungkinkan rumah dipindahkan utuh,” paparnya.
Meski demikian, tradisi serupa masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah pinggiran utara Kab Nganjuk, seperti Kecamatan Gondang, Lengkong, dan Jatikalen. Keberadaan rumah berbahan kayu jati di kawasan tersebut membuat tradisi gotong royong memindahkan rumah masih dapat dipertahankan hingga saat ini.
“Sampai kini, sebagian rumah warga di kawasan itu sampai sekarang pakai bahan kayu jati,” ujarnya.
Pelestarian Tradisi Soyo dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat pedesaan sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara