SUBANG – Angin puting beliung yang melanda dua desa di Kecamatan Jalancagak pada Jumat malam (10/4/2026) menyebabkan puluhan rumah rusak, memicu respons cepat dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang langsung turun melakukan penanganan darurat dan pembersihan puing di lokasi terdampak.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu mengakibatkan sekitar 70 rumah di Desa Bunihayu mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat, sementara 11 rumah di Desa Kumpay juga terdampak akibat terjangan angin kencang yang disertai hujan. Petugas gabungan dari Tagana Dinsos Subang bersama perangkat desa dan warga setempat melakukan pembersihan material bangunan sejak malam hingga siang hari setelah kejadian. “Personel Tagana sejak malam hingga pagi dan siang hari turut membantu membersihkan puing-puing rumah yang ambruk,” katanya kepada Pasundan Ekspres.
Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin, menyebutkan bahwa kondisi kerusakan di dua desa tersebut bervariasi dan membutuhkan penanganan lanjutan, terutama untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat agar segera mendapatkan bantuan hunian sementara. Sementara itu, pada Sabtu (11/4/2026), Dinsos Subang menyalurkan bantuan logistik berupa makanan instan, perlengkapan dapur, perlengkapan tidur, serta kebutuhan dasar lainnya kepada warga terdampak di Desa Kumpay dan Bunihayu.
Kepala Dinsos Subang, Syaeful Anwar Arifin, menyampaikan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. “Cuaca hujan disertai angin masih sering terjadi. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada,” tuturnya. Bantuan tersebut turut disaksikan oleh Camat Jalancagak, Saepudin, serta perangkat desa setempat sebagai bentuk koordinasi penanganan pascabencana di wilayah terdampak.
Kepala Desa Kumpay, Asep Saepuloh, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah daerah untuk warganya yang terdampak bencana. “Terima kasih kepada Kepala Dinas Sosial atas bantuan untuk warga kami yang terdampak,” ujar Kepala Desa Kumpay, Asep Saepuloh. Hingga kini, proses pendataan dan pemulihan masih dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang sesuai. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara