MAJALENGKA – Upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan terus diperkuat di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Melalui kegiatan rembuk pengelolaan sampah yang digelar di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Bengras, para pelajar dan komunitas masyarakat diajak memahami sekaligus mempraktikkan pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 tersebut merupakan kolaborasi antara Jabar Bergerak Zilenial (JBZ) Jawa Barat (Jabar) dan Pemerintah Desa (Pemdes) Leuwimunding. Agenda ini melibatkan siswa sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah kejuruan (SMK), komunitas pecinta alam, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta berbagai elemen masyarakat setempat.
Selain menjadi sarana edukasi lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan mendorong keterlibatan lebih banyak sumber daya manusia dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Leuwimunding dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka yang memberikan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kepala Desa (Kades) Leuwimunding, Aang R. Lesmana, menjelaskan bahwa sampah dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Di sini kami olah residu sampah menjadi batako, bio solar, pupuk dan pakan magot,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Macakata, Senin, (25/05/2026).
Ketua JBZ Jabar, Amel, menegaskan bahwa kalangan muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kampanye.
“Dalam giat ini, kita melihat langsung proses olah sampah. Jadi tak hanya teori, namun praktek langsung,” ucapnya.
Melalui pendekatan edukasi dan praktik lapangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya remaja, untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, produktif, dan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara