PATI – Sedikitnya 400 rumah di Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam hingga Senin (25/5/2026). Banjir yang menjadi kejadian kedua dalam tiga hari terakhir itu dipicu tingginya curah hujan serta jebolnya tanggul sungai yang tidak mampu menahan lonjakan debit air.
Genangan air dengan ketinggian sekitar 40 hingga 60 sentimeter merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan utama desa juga tergenang sehingga warga terpaksa menerobos banjir untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Seorang warga Desa Ketitang Wetan, Ismail, mengatakan air mulai memasuki kawasan permukiman pada sekitar pukul 03.00 WIB. Menurutnya, derasnya arus air diduga berasal dari luapan sungai setelah tanggul tidak mampu menahan volume air yang terus meningkat akibat hujan berkepanjangan.
“Ada sekurangnya 400 rumah warga yang terendam dan 450 KK serta seribu lebih jiwa terdampak. Ini merupakan banjir kedua kali dalam tiga hari terakhir,” kata Ismail.
Kepala Desa (Kades) Ketitang Wetan, Ali Muntoha, membenarkan bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat drastis hingga meluap ke kawasan permukiman warga.
“Banjir kali ini merupakan kejadian kedua dalam tiga hari terakhir. Sedikitnya ratusan rumah warga terdampak,” ujar Ali Muntoha sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Senin (25/05/2026).
Selain merendam rumah warga, banjir juga memperlihatkan kerentanan wilayah tersebut terhadap bencana hidrometeorologi. Dalam enam bulan terakhir, Desa Ketitang Wetan tercatat telah berulang kali mengalami banjir yang berdampak pada aktivitas masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera melakukan langkah penanganan yang lebih permanen, terutama terkait penguatan tanggul sungai dan pengendalian debit air, agar banjir yang terus berulang tidak kembali mengancam permukiman warga pada musim hujan berikutnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara