Tradisi Nujuh Hari di Desa Sungkap, Warga Bersatu Lewat Doa dan Dulang

BANGKA TENGAH – Tradisi nujuh hari pascakematian warga di Desa Sungkap kembali digelar dengan khidmat dan penuh kebersamaan, Jumat (10/4/2026). Ratusan warga berkumpul di Balai Desa Sungkap dengan membawa dulang berisi makanan sebagai bentuk doa bersama sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Sejak pagi, masyarakat yang didominasi laki-laki terlihat berjalan menuju Balai Desa Sungkap, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), sambil mengusung dulang. Setibanya di lokasi, hidangan tersebut ditata rapi oleh para pemuda, sementara warga lainnya mulai berkumpul dan berbincang santai.

Suasana kemudian berubah khidmat ketika seorang pemuka agama memimpin dzikir dan tahlil yang diikuti seluruh warga. Setelah doa bersama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dari hidangan yang telah dibawa masing-masing peserta.

Ketua Yayasan Masjid An-Nur Desa Sungkap, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat.

“Hari ini kita melaksanakan nganggung hari ke tujuh, kalau bahasa kita nujuh, setelah salah satu warga kita meninggal dunia beberapa hari lalu yakni Almarhum Zarkazi bin Zaib. Sesuai adat kita, kalau hari ke tujuh nya itu, kita nanggung bersama di Balai Desa,” kata Rahmad.

Ia menambahkan, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana mengirimkan doa bagi almarhum, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Kalau untuk sejarah singkatnya, ini sudah dilakukan turun menurun. Insyaallah kita lestarikan terus,” sebutnya.

Rahmad juga menekankan pentingnya nilai kebersamaan dalam tradisi tersebut, terutama melalui partisipasi warga yang secara sukarela membawa hidangan.

“Jadi ini untuk merekatkan silaturahmi dan menjaga kekompakan antar warga. Selain tentunya ajang saling mendoakan di antara kita,” sambungnya.

“Mungkin yang sebelumnya kami jarang bertemu, kemudian momen seperti ini lah kami bisa berkumpul bersama,” terangnya.

Tradisi nujuh hari di Desa Sungkap menjadi bukti kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial masyarakat desa yang terus dijaga di tengah perkembangan zaman. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Tradisi Ujungan Jadi Ikhtiar Desa Gumelem Wetan Hadapi Kemarau

PDF 📄Desa Gumelem Wetan kembali menjadi ruang pelestarian tradisi Ujungan yang diwariskan secara turun-temurun, sekaligus …

Desa Jiporapah Perkuat Warga Dusun Terpencil lewat Tradisi dan Infrastruktur

PDF 📄Pemerintah Desa Jiporapah mempertahankan kebersamaan warga Dusun Kedung Dendeng melalui pelestarian tradisi sekaligus dukungan …

Lima Warga Jadi Pengrajin, Batik Dorong Potensi Ekonomi Desa Jalatrang

PDF 📄Desa Jalatrang, Ciamis, mengembangkan batik bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *