SUMBA BARAT DAYA – Upaya memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data di tingkat desa mulai digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat Daya (SBD) melalui pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026, yang resmi diluncurkan di Kecamatan Kota Tambolaka, Kamis (9/4/2026).
Program yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) ini menempatkan desa sebagai pusat pengelolaan data pembangunan dengan mendorong ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Asisten I Setda) SBD, Christofel Horo, menegaskan bahwa kualitas data menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan desa.
Ia menyebutkan bahwa tanpa data yang valid, perencanaan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran dan berpotensi menghambat kemajuan desa.
“Keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia. Tanpa data akurat maka perencanaan pembangunan suatu desa berakibat tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Program Desa Cantik juga bertujuan meningkatkan literasi statistik aparatur desa agar mampu menghasilkan dan mengelola data secara mandiri serta profesional.
Pada tahun 2026, sebanyak empat desa dari total 173 desa di SBD ditetapkan sebagai proyek percontohan atau pilot project, yakni Desa Watu Kawula, Desa Wee Rena, Desa Kadi Pada, dan Desa Wee Londa.
Keempat desa tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi desa lain dalam mengembangkan tata kelola data yang baik dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya peran agen statistik desa sebagai pengumpul dan pengelola data lapangan yang akan digunakan dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan BPS SBD, para Kepala Desa (Kades), serta perangkat daerah di lingkungan Pemkab SBD sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berbasis data di tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara