KEDIRI – Menjelang datangnya bulan Ramadan, Pemerintah Desa (Pemdes) Donganti di Kabupaten Kediri memperkuat pelestarian tradisi keagamaan dan budaya lokal melalui kegiatan Tahlilan Kubro yang digelar di area pemakaman desa sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus penguat solidaritas sosial warga.
Tradisi yang rutin dilaksanakan setiap dua hari sebelum Ramadan tersebut berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 11.00 WIB dengan suasana khidmat. Warga dari berbagai unsur masyarakat berkumpul untuk membaca Al-Qurāan, melaksanakan tahlil, dan membawa ambengan atau berkat makanan yang kemudian dinikmati bersama sebagai simbol kebersamaan dan doa untuk para pendahulu.
Sekretaris Desa Donganti Okyck Yola Putra Arigo mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang melibatkan banyak unsur masyarakat. āKegiatan ini diikuti oleh jemaah yasin, perangkat desa, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Setelah pelaksanaan Tahlil Kubro, warga biasanya melanjutkan tradisi āmalemanā di musala masing-masing untuk kembali mendoakan leluhur,ā ungkapnya.
Selain tradisi menjelang Ramadan, desa ini juga memiliki ritual budaya lain berupa bersih desa yang digelar pada momen tertentu seperti bulan Sura atau menjelang Hari Kemerdekaan. Salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan adalah Punden Boto Putih yang dipercaya masyarakat memiliki nilai historis karena dikaitkan dengan petilasan Raja Sri Aji Jayabaya. Aktivitas ziarah juga kerap terjadi, termasuk rombongan dari luar daerah yang datang untuk melanjutkan perjalanan spiritual mereka.
Pemerintah desa berharap rangkaian tradisi ini tetap terjaga di tengah perkembangan zaman karena dianggap sebagai identitas budaya sekaligus penguat hubungan antarwarga serta pengingat sejarah lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Pelestarian ini dinilai penting agar nilai-nilai spiritual dan kebersamaan tidak tergerus modernisasi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara