FLORES TIMUR – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 9 April 2026, menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Lamahala dan Desa Terong mengalami kerusakan serta memaksa warga mengungsi ke tenda darurat.
Berdasarkan laporan di lapangan, sekitar 20 rumah di Desa Lamahala mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari retak hingga roboh. Dusun 6 menjadi wilayah paling terdampak dengan tiga rumah mengalami kerusakan struktur berat. Sementara itu, di Desa Terong, jumlah rumah rusak dilaporkan mencapai sekitar 70 unit.
Salah satu warga Desa Lamahala, Sandro Atapukan, menggambarkan kondisi bangunan yang rusak akibat guncangan gempa. “Ada rumah yang dindingnya terbelah jadi dua, ada yang dinding bagian belakang atau kamar yang roboh,” ujarnya.
Gempa pertama dirasakan warga sekitar pukul 00.05 WITA, kemudian disusul getaran lebih kuat pada pukul 02.30 WITA yang memicu kepanikan. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, satu warga di Dusun Ena mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat berupaya menyelamatkan diri.
“Pas dindingnya rubuh, kena kepalanya. Saat ini yang bersangkutan sedang beristirahat di tenda darurat,” tambah Sandro.
Pasca kejadian, warga memilih mengungsi dan mendirikan tenda darurat di sekitar rumah maupun area terbuka. Kondisi bangunan yang retak serta kekhawatiran terhadap gempa susulan membuat warga enggan kembali ke dalam rumah.
“Kami butuh terpal secepatnya. Malam ini warga kemungkinan besar tidak tidur di dalam rumah, semua lagi bikin tenda darurat untuk tempat istirahat sementara,” ungkapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa utama berkekuatan Magnitudo 4,7 terjadi di kedalaman 10 kilometer dengan pusat gempa sekitar 22 kilometer tenggara Larantuka. Gempa susulan berkekuatan Magnitudo 3,8 juga terjadi beberapa jam kemudian dengan kedalaman 3 kilometer.
Guncangan dirasakan di wilayah Adonara dan Lembata dengan skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI), yang menunjukkan getaran cukup terasa di dalam rumah.
Hingga saat ini, warga masih melakukan evakuasi mandiri terhadap barang-barang berharga dari bangunan yang dinilai tidak aman. Kebutuhan mendesak berupa terpal dan perlengkapan darurat lainnya diharapkan segera terpenuhi untuk mendukung kondisi pengungsian sementara. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara